Jumat, 15 Mei 2026

Adaro Minerals (ADMR) Ungkap Nasib Proyek Smelter Aluminium

Penulis : Thresa Sandra Desfika
22 Aug 2023 | 08:13 WIB
BAGIKAN
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Foto ilustrasi: Perseroan.
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Foto ilustrasi: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menegaskan bahwa perseroan telah mendapatkan pemenuhan keuangan (financial close) untuk proyek smelter aluminium berkapasitas 500 ribu ton per tahun di bawah PT Kalimantan Alumunium Industry (KAI). Pembiayaan ini termasuk US$ 981,4 juta dan Rp 1,54 triliun.

Presiden Direktur Adaro Minerals, Christian Ariano Rachmat mengungkapkan, pihaknya berada pada posisi yang mendukung inisiatif hilirisasi Indonesia melalui smelter aluminium. “Yang mana telah mendapatkan pemenuhan keuangan dalam kuartal II-2023,” paparnya dalam keterangan resmi dikutip Selasa (22/8/2023).

Dia menambahkan bahwa Adaro Minerals (ADMR) menyambut peluang menumbuhkan bisnis pengolahan mineral secara berkelanjutan dengan penuh semangat, dan tetap berfokus pada eksekusi proyek-proyek strategis secara bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

Kalimantan Aluminium Industry (KAI) sendiri telah menyelesaikan persiapan lahan, pekerjaan tanah serta konstruksi jeti sementara, dan terus melanjutkan konstruksi fasilitas infrastruktur lainnya.

Peristiwa Signifikan

Sebelumnya, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), induk usaha Adaro Minerals, menyatakan telah mendapatkan pemenuhan pembiayaan (financial close) untuk proyek smelter aluminium dan fasilitas pendukung terkait pada bulan Mei 2023, dengan perolehan total U$ 1,585 miliar dan Rp 2,5 triliun.

“Pemenuhan pembiayaan yang diperoleh untuk smelter aluminium maupun fasilitas pendukung terkait adalah peristiwa signifikan dalam ekspansi bisnis Adaro ke sektor pengolahan mineral,” ungkap Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir dalam keterangan resmi, Rabu (9/8/2023).

Di sisi lain, Adaro Minerals Indonesia (ADMR) membukukan pendapatan usaha US$ 463,6 juta sepanjang semester I-2023, meningkat sekitar 6% dibandingkan realisasi pada periode sama tahun lalu.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023, ADMR mencatatkan lonjakan beban pokok pendapatan 42% menjadi US$ 210,25 juta, dibandingkan semester I-2022. Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 19% dari US$ 202 juta pada semester I-2022 ke posisi US$ 163,51 juta per 30 Juni 2023.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia