Adaro Minerals (ADMR) Ungkap Nasib Proyek Smelter Aluminium
JAKARTA, investor.id - PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menegaskan bahwa perseroan telah mendapatkan pemenuhan keuangan (financial close) untuk proyek smelter aluminium berkapasitas 500 ribu ton per tahun di bawah PT Kalimantan Alumunium Industry (KAI). Pembiayaan ini termasuk US$ 981,4 juta dan Rp 1,54 triliun.
Presiden Direktur Adaro Minerals, Christian Ariano Rachmat mengungkapkan, pihaknya berada pada posisi yang mendukung inisiatif hilirisasi Indonesia melalui smelter aluminium. “Yang mana telah mendapatkan pemenuhan keuangan dalam kuartal II-2023,” paparnya dalam keterangan resmi dikutip Selasa (22/8/2023).
Dia menambahkan bahwa Adaro Minerals (ADMR) menyambut peluang menumbuhkan bisnis pengolahan mineral secara berkelanjutan dengan penuh semangat, dan tetap berfokus pada eksekusi proyek-proyek strategis secara bertanggung jawab.
Kalimantan Aluminium Industry (KAI) sendiri telah menyelesaikan persiapan lahan, pekerjaan tanah serta konstruksi jeti sementara, dan terus melanjutkan konstruksi fasilitas infrastruktur lainnya.
Peristiwa Signifikan
Sebelumnya, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), induk usaha Adaro Minerals, menyatakan telah mendapatkan pemenuhan pembiayaan (financial close) untuk proyek smelter aluminium dan fasilitas pendukung terkait pada bulan Mei 2023, dengan perolehan total U$ 1,585 miliar dan Rp 2,5 triliun.
“Pemenuhan pembiayaan yang diperoleh untuk smelter aluminium maupun fasilitas pendukung terkait adalah peristiwa signifikan dalam ekspansi bisnis Adaro ke sektor pengolahan mineral,” ungkap Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir dalam keterangan resmi, Rabu (9/8/2023).
Di sisi lain, Adaro Minerals Indonesia (ADMR) membukukan pendapatan usaha US$ 463,6 juta sepanjang semester I-2023, meningkat sekitar 6% dibandingkan realisasi pada periode sama tahun lalu.
Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023, ADMR mencatatkan lonjakan beban pokok pendapatan 42% menjadi US$ 210,25 juta, dibandingkan semester I-2022. Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 19% dari US$ 202 juta pada semester I-2022 ke posisi US$ 163,51 juta per 30 Juni 2023.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






