Jumat, 15 Mei 2026

Pendapatan Adaro (ADRO) Turun, Beban Pokok Melonjak, Boy Thohir Beri Penjelasan

Penulis : Thresa Sandra Desfika
23 Aug 2023 | 06:22 WIB
BAGIKAN
Adaro Energy (ADRO). Foto: Annual Report
Adaro Energy (ADRO). Foto: Annual Report

JAKARTA, investor.id - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) membukukan pendapatan usaha US$ 3,47 miliar pada semester I-2023, turun tipis sekitar 2% dari periode yang sama tahun lalu di posisi US$ 3,54 miliar.

Adaro (ADRO) mencatat kenaikan 19% pada volume penjualan menjadi 32,62 juta ton, dengan pendapatan yang berkurang 2% menjadi U$ 3,47 miliar akibat penurunan 18% pada harga jual rata-rata (ASP).

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023, Adaro mencatatkan beban pokok pendapatan US$ 2,03 miliar. Angkanya membengkak 34% dari US$ 1,51 miliar pada paruh pertama tahun 2022.

ADVERTISEMENT

Beban pokok pendapatan naik 34%, terutama karena biaya royalti PT Adaro Indonesia (AI) yang meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total biaya bahan bakar naik 13%, seiring kenaikan 17% pada konsumsi bahan bakar.

Pengupasan lapisan penutup mencapai 129,83 juta bcm, atau naik 27% dari 1H22. Nisbah kupas tercatat 3,89x, atau naik 7% dari 1H22. Biaya kas batu bara per ton (tidak termasuk royalti) pada 1H23 naik 23% dari 1H22.

Boy Thohir

Sedangkan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 873,84 juta, turun 28% secara year on year (yoy) dari US$ 1,21 miliar. Laba per saham dasar diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 0,02823 per 30 Juni 2023, lebih kecil dari US$ 0,03900 pada semester I-2022.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy, Garibaldi Thohir mengatakan, paruh pertama tahun 2023 menunjukkan kekuatan operasional Adaro di tengah fluktuasi harga dan kenaikan biaya. Walaupun ada tantangan-tantangan tersebut, Adaro berhasil mencatat margin yang sehat dengan menghasilkan laba inti U$ 1,024 miliar.

“Kami siap mencapai target FY23 dengan dukungan eksekusi yang solid di masing-masing bisnis,” ungkap Boy Thohir, sapaan akrabnya, dalam keterangan resmi dikutip Rabu (23/8/2023).

Perseroan mencatat laba inti U$ 1,024 miliar pada 1H23 dan EBITDA operasional sebesar U$ 1,393 miliar. Posisi keuangan ADRO tetap sehat dengan posisi kas bersih U$ 1,324 miliar per akhir 1H23.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia