Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Melemah Jelang Dolar AS Jelang Simposium Ekonomi Jackson Hole

Penulis : Grace El Dora
23 Aug 2023 | 15:44 WIB
BAGIKAN
Petugas perbankan menghitung uang pecahan rupiah. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww/aa)
Petugas perbankan menghitung uang pecahan rupiah. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww/aa)

JAKARTA, investor.id – Rupiah diperkirakan masih melemah jelang pernyataan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Hanya beberapa hari sebelum Simposium Jackson Hole di Wyoming, Amerika Serikat (AS) tersebut, kurs rupiah di bawah tekanan dolar.

Investor mengantisipasi pernyataan bernada hawkish dari Powell dalam Simposium Jackson Hole akhir minggu ini. “Powell diperkirakan akan kembali menekankan inflasi masih tinggi dan The Fed masih perlu bekerja keras untuk menurunkannya,” ujar analis pasar uang Lukman Leong menurut laporan Antara, Rabu (23/8).

Keadaan Tiongkok disebut tidak mendukung mata uang rupiah karena ada perlambatan ekonomi yang semakin nyata di Negara Tirai Bambu itu.

ADVERTISEMENT

Baru-baru ini Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) menurunkan suku bunga pinjaman 10 basis points (bps) atau di bawah harapan pasar sebesar 15 bps. “(Hal ini) membawa Yuan melemah ke level terendah dalam 16 tahun terhadap dolar AS,” tutur Lukman.

Menurut keadaan dalam negeri, data neraca transaksi berjalan Indonesia menunjukkan defisit pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. Transaksi berjalan mengalami defisit sebesar US$ 1,9 miliar setelah membukukan surplus US$ 3,0 miliar pada kuartal sebelumnya.

“Investor menantikan pertemuan BI (Bank Indonesia) Kamis (24/8) untuk pernyataan (Gubernur) BI mengenai langkah menstabilkan nilai tukar rupiah,” ungkapnya.

Mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi melemah 0,03% atau empat poin ke level Rp 15.320 per dolar AS dibandingkan sebelumnya Rp 15.316 per dolar AS.

Dolar AS menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Trader fokus pada Simposium Ekonomi Jackson Hole yang akan diadakan 24-26 Agustus, serta menunggu pidato Powell di tengah kehadiran banyak bank sentral dan para pemimpin ekonomi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 58 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia