Rupiah Melemah Jelang Dolar AS Jelang Simposium Ekonomi Jackson Hole
JAKARTA, investor.id – Rupiah diperkirakan masih melemah jelang pernyataan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Hanya beberapa hari sebelum Simposium Jackson Hole di Wyoming, Amerika Serikat (AS) tersebut, kurs rupiah di bawah tekanan dolar.
Investor mengantisipasi pernyataan bernada hawkish dari Powell dalam Simposium Jackson Hole akhir minggu ini. “Powell diperkirakan akan kembali menekankan inflasi masih tinggi dan The Fed masih perlu bekerja keras untuk menurunkannya,” ujar analis pasar uang Lukman Leong menurut laporan Antara, Rabu (23/8).
Keadaan Tiongkok disebut tidak mendukung mata uang rupiah karena ada perlambatan ekonomi yang semakin nyata di Negara Tirai Bambu itu.
Baru-baru ini Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) menurunkan suku bunga pinjaman 10 basis points (bps) atau di bawah harapan pasar sebesar 15 bps. “(Hal ini) membawa Yuan melemah ke level terendah dalam 16 tahun terhadap dolar AS,” tutur Lukman.
Menurut keadaan dalam negeri, data neraca transaksi berjalan Indonesia menunjukkan defisit pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. Transaksi berjalan mengalami defisit sebesar US$ 1,9 miliar setelah membukukan surplus US$ 3,0 miliar pada kuartal sebelumnya.
“Investor menantikan pertemuan BI (Bank Indonesia) Kamis (24/8) untuk pernyataan (Gubernur) BI mengenai langkah menstabilkan nilai tukar rupiah,” ungkapnya.
Mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi melemah 0,03% atau empat poin ke level Rp 15.320 per dolar AS dibandingkan sebelumnya Rp 15.316 per dolar AS.
Dolar AS menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Trader fokus pada Simposium Ekonomi Jackson Hole yang akan diadakan 24-26 Agustus, serta menunggu pidato Powell di tengah kehadiran banyak bank sentral dan para pemimpin ekonomi.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






