Jumat, 15 Mei 2026

Ini Pemicu Laba Bersih Bukit Asam (PTBA) Terkikis hingga 55%

Penulis : Muawwan Daelami
29 Aug 2023 | 18:13 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PTBA. (Foto: Perseroan)
Kegiatan usaha PTBA. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp 2,8 triliun pada semester I-2023. Laba bersih BUMN pertambangan batu bara itu terkikis hingga 55% dibandingkan semester I-2022 yang sebesar Rp 6,1 triliun.

Penurunan laba bersih PTBA sepanjang semester I-2023 akibat membengkaknya biaya produksi, terutama dari biaya jasa penambangan yang naik menjadi Rp 4,4 triliun dari Rp 3,5 triliun. Demikian pula dengan biaya jasa angkutan kereta api yang naik menjadi Rp 4 triliun dari Rp 2,8 triliun.

Di tengah penurunan laba bersih, pendapatan anggota Holding BUMN Pertambangan ini juga cenderung stagnan. Pada semester I-2023, pendapatan PTBA naik tipis 2% menjadi Rp 18,8 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 18,4 triliun. Walaupun begitu, jika dikomparasi per kuartal, kinerja PTBA meningkat.

ADVERTISEMENT

Menurut Sekretaris Perusahaan PTBA Niko Chandra, performa keuangan perusahaan mengalami peningkatan jika dilihat secara kuartalan. "Pasalnya, torehan laba bersih pada kuartal II-2023 mencapai Rp 1,6 triliun, menguat 33% dibandingkan kuartal I-2023 sebesar Rp 1,2 triliun," jelas Niko kepada Investor Daily, Selasa (29/8/2023).

Pertumbuhan laba bersih secara kuartalan didukung oleh peningkatan kinerja operasional PTBA sepanjang semester I-2023. Ini terlihat dari total produksi batu bara perseroan pada enam bulan pertama tahun ini yang mencapai 18,8 juta ton alias meningkat 18% secara year on year (yoy) dari sebelumnya 15,9 juta ton berkat naiknya volume penjualan batu bara sebesar 19% menjadi 17,4 juta ton.

Hasilnya, perseroan pun mencatatkan penjualan ekspor sebesar 7,1 juta ton sepanjang semester I-2023 atau naik 37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 27 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia