Ini Pemicu Laba Bersih Bukit Asam (PTBA) Terkikis hingga 55%
Ke depan, menurut Niko, PTBA akan terus berupaya melanjutkan capaian positif tersebut. "Karena itu, kami optimistis dapat menjaga kinerja tetap positif di 2023, meski menghadapi berbagai tantangan," jelasnya.
Tahun ini, PTBA menghadapi sejumlah tantangan di antaranya koreksi harga batu bara dan fluktuasi pasar. Harga batu bara ICI-3 misalnya, terpangkas 48% dari US$ 138,5 per ton pada Juni 2022 menjadi US$ 72,63 per ton pada Juni 2023.
Belum lagi, tantangan dari harga pokok penjualan yang mengalami kenaikan seperti komponen biaya, salah satunya biaya royalti. Sebab itu, PTBA akan terus memaksimalkan potensi pasar di dalam negeri dan peluang ekspor untuk mempertahankan kinerja positif.
Lebih jauh, perseroan juga akan konsisten mengedepankan cost leadership di setiap lini perusahaan, sehingga penerapan efisiensi secara berkelanjutan dapat berjalan optimal.
"Perseroan berharap, pembentukan Mitra Instansi Pengelola (MIP) dapat segera terealisasi dan bisa berdampak positif bagi kinerja keuangan PTBA," ujar Niko.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






