Jumat, 15 Mei 2026

Liabilitas Bukit Asam (PTBA) Meningkat 69%, Terungkap Penyebabnya

Penulis : Thresa Sandra Desfika
30 Aug 2023 | 11:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
Sumber; IST
Ilustrasi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Sumber; IST

JAKARTA, investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan liabilitas mencapai Rp 27,82 triliun per 30 Juni 2023. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan 31 Desember 2022 yang sebesar Rp 16,44 triliun.

Manajemen PTBA memberikan penjelasan terkait hal tersebut. Sekretaris Perusahaan PTBA, Niko Chandra mengungkapkan, total liabilitas perseroan per 30 Juni 2023 tercatat Rp 27,82 triliun, atau naik 69% dari total liablitas perseroan per 31 Desember 2022 yang tercatat Rp 16,44 triliun.

“Bahwa dapat perseroan sampaikan kenaikan liabilitas perseroan per 30 Juni 2023 tersebut utamanya disebabkan oleh adanya utang dividen sebesar Rp 12,56 triliun,” terang Nico dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (30/8/2023).

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan, adanya utang dividen tersebut mengingat pada tanggal 15 Juni 2023, pada rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan perseroan tahun buku 2022 menetapkan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham Rp 12,56 triliun atau 100% dari total laba bersih perseroan tahun buku 2022.

Namun demikian, sebut Nico, berdasarkan ketentuan yang berlaku pembayaran dividen kepada pemegang saham PTBA dilaksanakan pada 14 Juli 2023. Sehingga per 30 Juni 2023, perseroan masih mencatatkan utang dividen sebesar tersebut di atas.

Laba Bersih

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia