Pasar Dibayangi Banyak Sentimen, Saham-Saham Ini Bisa Kasih Cuan
JAKARTA, investor.id – Banyak sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan ke depan. Salah satunya kekhawatiran investor terhadap perekonomian Amerika Serikat (AS) yang masih belum stabil.
Meski demikian, IHSG diprediksi menguat, tapi terbatas pada kisaran 6.865-6.996. Gerak IHSG masih sulit bertahan di zona 7.000.
CEO Edvisor Praska Putrantyo mengatakan, pelaku pasar menantikan rilis inflasi tahunan AS yang diproyeksikan kembali naik menjadi 3,4%. Sentimen lain yang juga bakal membayangi IHSG adalah perlambatan inflasi China.
Dari dalam negeri, momentum dividen interim dari sejumlah emiten diharapkan mampu mendongkrak IHSG. Selain itu, pelaku pasar cenderung mengantisipasi kebijakan suku bunga acuan BI yang akan dirilis pada 20 September 2023. Adapun inflasi diperkirakan kembali naik, walaupun masih dalam target BI. Sementara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tengah dalam tekanan.
“Di sisi lain, harga komoditas energi menguat karena keterbatasan suplai,” kata Praska kepada Investor Daily, yang dikutip pada Minggu (10/9/2023).
Secara terpisah, pengamat pasar modal yang juga akademisi dari Universitas Trisakti, Hans Kwee memproyeksikan IHSG dalam sepekan ke depan melemah dengan level support 6.895-6.859. Sedangkan level resistance di 7.003-7.050.
Proyeksi itu mempertimbangkan imbas dari kekhawatiran investor terhadap kenaikan harga minyak, yang diikuti dengan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Agustus, dalam waktu dekat. "Kekhawatiran di kalangan investor bahwa inflasi mungkin akan mulai meningkat lagi,” jelas dia.
Menurut Hans, pasar berasumsi angka CPI lebih tinggi dari perkiraan, dengan harga minyak yang terdorong lebih tinggi. Sekalipun angka CPI bagus, ukuran inflasi pilihan The Fed yakni indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi masih cukup tinggi.
Dengan demikian, AS masih dibayangi resesi atau periode pertumbuhan yang lambat di tengah tingginya inflasi yang terus berlanjut. “Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan 20 September 2023. Pelaku pasar memberikan perhatian pada pertemuan November karena terbuka potensi kenaikan satu kali lagi,” tutur dia.
Saham Potensial Cuan
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






