Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Dibayangi Banyak Sentimen, Saham-Saham Ini Bisa Kasih Cuan

Penulis : Ghafur Fadillah
10 Sep 2023 | 19:36 WIB
BAGIKAN
Pialang memantau pergerakan saham di sebuah perusahaan sekuritas di Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pialang memantau pergerakan saham di sebuah perusahaan sekuritas di Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Banyak sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan ke depan. Salah satunya kekhawatiran investor terhadap perekonomian Amerika Serikat (AS) yang masih belum stabil.

Meski demikian, IHSG diprediksi menguat, tapi terbatas pada kisaran 6.865-6.996. Gerak IHSG masih sulit bertahan di zona 7.000.

CEO Edvisor Praska Putrantyo mengatakan, pelaku pasar menantikan rilis inflasi tahunan AS yang diproyeksikan kembali naik menjadi 3,4%. Sentimen lain yang juga bakal membayangi IHSG adalah perlambatan inflasi China.

ADVERTISEMENT

Dari dalam negeri, momentum dividen interim dari sejumlah emiten diharapkan mampu mendongkrak IHSG. Selain itu, pelaku pasar cenderung mengantisipasi kebijakan suku bunga acuan BI yang akan dirilis pada 20 September 2023. Adapun inflasi diperkirakan kembali naik, walaupun masih dalam target BI. Sementara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tengah dalam tekanan.

“Di sisi lain, harga komoditas energi menguat karena keterbatasan suplai,” kata Praska kepada Investor Daily, yang dikutip pada Minggu (10/9/2023).

Secara terpisah, pengamat pasar modal yang juga akademisi dari Universitas Trisakti, Hans Kwee memproyeksikan IHSG dalam sepekan ke depan melemah dengan level support 6.895-6.859. Sedangkan level resistance di 7.003-7.050.

Proyeksi itu mempertimbangkan imbas dari kekhawatiran investor terhadap kenaikan harga minyak, yang diikuti dengan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Agustus, dalam waktu dekat. "Kekhawatiran di kalangan investor bahwa inflasi mungkin akan mulai meningkat lagi,” jelas dia.

Menurut Hans, pasar berasumsi angka CPI lebih tinggi dari perkiraan, dengan harga minyak yang terdorong lebih tinggi. Sekalipun angka CPI bagus, ukuran inflasi pilihan The Fed yakni indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi masih cukup tinggi.

Dengan demikian, AS masih dibayangi resesi atau periode pertumbuhan yang lambat di tengah tingginya inflasi yang terus berlanjut. “Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan 20 September 2023. Pelaku pasar memberikan perhatian pada pertemuan November karena terbuka potensi kenaikan satu kali lagi,” tutur dia.

Saham Potensial Cuan 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia