Jumat, 15 Mei 2026

Garuda Indonesia (GIAA) dan SKK Migas Perpanjang Kerja Sama

Penulis : Muawwan Daelami
22 Sep 2023 | 07:30 WIB
BAGIKAN
Petugas melintas di depan deretan pesawat Garuda Indonesia. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama/18)
Petugas melintas di depan deretan pesawat Garuda Indonesia. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama/18)

JAKARTA, investor.id - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) meneken perpanjangan kerja sama korporasi di bidang komersial bersama SKK Migas. Perjanjian itu ditandatangani kedua pihak pada Kamis (21/9/2023) di agenda International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2023 di Nusa Dua, Bali.

Melalui perpanjangan kerja sama tersebut, maskapai nasional itu memproyeksikan dapat mengangkut sedikitnya 300.000 penumpang yang terdiri dari tenaga kerja SKK Migas dan korrporasi pendukung SKK Migas. Kerja sama ini melingkupi corporate privilege yang akan bertahan sampai akhir Desember 2026.

Direktur Utama Garuda Indonesia (GIAA) Irfan Setiaputra menyampaikan, kerja sama ini bukan hanya merupakan upaya kedua perusahaan untuk mengoptimalkan potensi bisnis, tapi juga menjadi peran positif perseroan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Khususnya, sektor migas melalui penyediaan aksesibilitas layanan penerbangan yang aman dan nyaman bagi tenaga kerja migas nasional.

ADVERTISEMENT

"Kami memahami, sebagai salah satu sektor yang berperan penting terhadap perekonomian, kebutuhan atas aksesibilitas udara yang terpercaya, aman, dan nyaman menjadi salah satu kebutuhan bagi peningkatan kinerja pekerja sektor migas," jelas Irfan dalam keterangannya, Kamis (21/9/2023).

Lebih lanjut, Irfan menambahkan, kemitraan yang terjalin bersama SKK Migas sejak 2010 itu memiliki arti penting bagi Garuda. Sebab, melalui kerja sama tersebut sinergi yang terbangun dapat terus diperkuat dan diharapkan dapat mendorong optimalisasi potensi bisnis, baik bagi perseroan maupun seluruh unsur SKK Migas.

Irfan menuturkan, Garuda Indonesia berupaya terus mengembangkan pasar korporasi sebagai salah satu pangsa pasar potensial. Melalui, proporsi kontribusi pendapatan pangsa pasar korporasi sekitar 15% dari total pendapatan perusahaan, maka pihaknya optimistis, pangsa pasar korporasi berpeluang untuk lebih dikembangkan.

Sedangkan bagi SKK Migas, hal ini akan memberikan kontribusi positif sebesar 35% persen dari total pasar korporasi perusahaan.

Ke depan, sambung Irfan, sebagai upaya mendukung pertumbuhan kinerja perusahaan, GIAA akan terus mengembangkan berbagai inisiasi untuk mendukung lini bisnis potensial termasuk pasar korporasi dengan menjalin kemitraan dengan berbagai partner strategis.

"Hal tersebut tentu sejalan dengan misi Garuda Indonesia dalam turut serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional melalui komitmen menghadirkan layanan penerbangan terdepan dalam mendukung kebutuhan mobilisasi masyarakat," tutup Irfan. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia