Jumat, 15 Mei 2026

Jokowi: Potensi Bursa Karbon Indonesia Rp 3.000 Triliun

Penulis : Eva Fitriani / Ghafur Fadillah
26 Sep 2023 | 10:30 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/9/2023).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/9/2023).

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, potensi Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) bisa mencapai Rp 3.000 triliun. Ini merupakan sebuah kesempatan ekonomi baru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Di catatan saya, ada kurang lebih 13 ton CO2 potensi kredit karbon yang bisa ditangkap. Jika dikalkulasi, potensi bursa karbon kita bisa mencapai Rp 3.000 triliun, bahkan bisa lebih. Sebuah angka yang sangat besar,” kata Jokowi saat peresmian Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (26/9/2023).

Dia juga mengatakan, peluncuran Bursa Karbon Indonesia sebagai tanda dimulainya perdagangan karbon di Tanah Air. Ini adalah kontribusi nyata Indonesia untuk berjuang bersama dunia melawan krisis iklim.

ADVERTISEMENT

“Hasil dari perdagangan ini melalui pengurangan emisi karbon. Negara kita memiliki potensi yang luar biasa dan menjadi satu-satunya negara yang sekitar 60% pemenuhan pengurangan emisi karbonnya berasal dari sektor alam,” tutur Jokowi.

Bursa Karbon Indonesia juga sejalan dengan arah dunia yang menuju ke ekonomi hijau. Sebab perubahan iklim menjadi ancaman nyata. Dibutuhkan langkah-langkah konkret untuk mengatasinya dan bursa karbon bisa menjadi sebuah langkah konkret dan besar.

Untuk itu, Jokowi meminta agar dijadikan standar karbon internasional sebagai rujukan pemanfaatan teknologi untuk transaksi, sehingga efektif dan efisien. Ia juga meminta harus ada target dan timeline untuk pasar dalam negeri maupun internasional. Selain itu, Jokowi meminta Bursa Karbon Indonesia mengatur dan memfasilitasi pasar karbon sukarela sesuai praktek di komunitas internasional.

“Saya sangat optimistis Indonesia bisa menjadi poros karbon dunia, asalkan langkah-langkah konkret tersebut digarap secara konsisten dan bersama-sama oleh seluruh pemangku, baik oleh pemerintah, swasta, maupun para stakeholders lainnya,” ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia