Target Harga Saham United Tractors (UNTR) Masih Jauh
JAKARTA, investor.id - Indo Premier Sekuritas mempertahankan estimasinya terhadap raihan PT United Tractors Tbk (UNTR) untuk FY2023. Pasalnya, angka-angka kinerja anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) itu sampai dengan Agustus 2023 selaras dengan perkiraan mereka.
Analis Indo Premier Sekuritas, Reggie Parengkuan mengungkapkan, produksi batu bara PT Pamapersada Nusantara (PAMA), anak usaha UNTR, terus meningkat menjadi 12,7 juta ton pada Agustus 2023 (+5% mom/+12% yoy).
“Sementara OB (overburden) removal mencapai 115,1 mbcm (+11% mom/+31% yoy), mencerminkan rasio pengupasan sebesar 9,1x (peningkatan mom sebesar c.50 bps; 8M23 adalah melampaui panduan perusahaan sebesar 8,6x),” terang Reggie Parengkuan dalam risetnya yang dipublikasikan pada 25 September 2023.
Reggie menyebutkan, penjualan Komatsu UNTR sebesar 400 unit pada Agustus 23 (-1% mom/-32% yoy) terutama didorong oleh sektor pertambangan yang lesu.
UNTR menyebutkan, terang Reggie, bahwa penurunan di sektor pertambangan terutama didorong oleh smaller-size customers mengurangi pesanan mereka mengingat penurunan harga komoditas secara umum.
Target Harga
Lebih lanjut, Reggie menyatakan, volume penjualan batu bara termal TTA (Tuah Turangga Agung) datar pada 547 ribu ton pada bulan Agustus 2023 (flat mom/-11% yoy), sementara volume penjualan batu bara kokas turun menjadi 213 ribu ton (-13% mom/+90% yoy) sebagai tantangan logistik karena kondisi cuaca kering.
Secara kumulatif, terang Reggie, volume penjualan batu bara thermal/coking menyumbang volume penjualan 63/69% dari estimasi FY23F pihaknya. Sementara itu, volume penjualan emas menurun menjadi 10 ribu oz pada Agustus 2023 (-41% mom/-58% yoy) disebabkan oleh keterlambatan penyelesaian fasilitas penyimpanan tailing (diharapkan pada akhir FY23F).
“Kami mempertahankan estimasi FY23 kami karena angka pada 8M23 hampir sama dengan perkiraan kami,” jelas Reggie Parengkuan.
Dia menambahkan, pihaknya terus menyukai UNTR karena melihat potensi kenaikannya dari bisnis nikel baru. Indo Premier menegaskan kembali rating beli yang tidak berubah berdasarkan SOTP dengan target harga Rp 34.300. Target harga itu sekitar 21% dari harga penutupan sesi I tanggal 26 September di Rp 28.200.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






