Mitratel (MTEL) Akuisisi Menara Telekomunikasi XL (EXCL)
Tapi menjadi berbeda, ketika menara diutilisasi melalui konsep sharing. Pengembalian investasi Rp 1 miliar tadi akan menjadi lebih ringan dan cepat. Itulah sebabnya, saat ini banyak menara operator telekomunikasi yang melepas asetnya kepada pihak independen seperti MTEL.
“Kami yang selanjutnya berperan untuk mencarikan tenant sehingga capex Rp 1 miliar bisa dibagikan kepada beberapa pelanggan sehingga pengembalian capex menjadi lebih cepat’,” imbuhnya.
Bukan hanya di aset menara, aset-aset berat lain seperti backbone dan serat optik juga bisa diterapkan konsep sharing. Sebab, jika serat optik hanya digunakan sendiri, maka akan banyak core yang tidak terutilisasi secara optimal.
“Jadi, kalau saya rasa memang dengan adanya konsep sharing itu bagus buat industri. Sebagai hasilnya, biaya pelanggan pun menjadi lebih rendah,” ujarnya.
Baca Juga:
Axiata dan Sinar Mas Dikabarkan Bahas Lagi Kemungkinan Merger XL (EXCL) & Smartfren (FREN)Di samping resmi mencaplok aset menara EXCL, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) tersebut juga dikabarkan selalu terbuka atas setiap kesempatan yang ada. Sebelumnya, operator telekomunikasi, PT Indosat Tbk (ISAT) diisukan berencana menjual aset serat optik senilai lebih dari Rp 15,3 triliun.
Gelagat Indosat menjual aset ini terendus dari tingginya minat para investor global terhadap infrastruktur digital di Asia Tenggara. Bahkan, Indosat disebut tengah melakukan penjajakan dengan calon investor. Meskipun, penjajakan itu tidak menutup kemungkinan berakhir batal.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






