Kembangkan PLTBg, Emiten Sawit Peter Sondakh (BWPT) Gandeng ABMM Jagoan Lo Kheng Hong
JAKARTA, investor.id - Emiten sawit Peter Sondakh, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) dan PT Anjara Janitra Nusantara melakukan kerja sama pengembangan energi terbarukan berupa pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) di salah satu pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah.
Anzara Janitra Nusantara adalah anak usaha dari PT ABM Investama Tbk (ABMM), emiten yang sahamnya dikoleksi juga oleh investor kawakan Lo Kheng Hong.
Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023 ABMM, 100% saham Anzara Janitra Nusantara dimiliki 100% oleh ABMM. Anzara Janitra Nusantara bergerak di industri pembangkit listrik energi termal.
Baca Juga:
Status PKPU PTPP DicabutSekretaris Perusahaan Eagle High Plantation (BWPT), Andrew Haryono menjelaskan, proyek ini bertujuan untuk mengolah limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) menjadi energi terbarukan.
“Proses untuk menghasilkan energi listrik ini mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penangkapan gas metana,” ungkap Andrew Haryono dalam keterbukaan informasi, Jumat (6/10/2023).
Dia menyatakan, informasi atau fakta material ini terjadi pada tanggal 5 Oktober 2023, sebagaimana tercantum dalam memorandum of understanding (MOU).
Perkuat Arus Kas
Dia menambahkan, transaksi ini memperkuat arus kas dan memberikan dampak positif terhadap kelangsungan usaha perseroan ke arah yang lebih baik lagi.
“Dampak terhadap kegiatan operasional, menunjang kegiatan operasional perseroan. Dan tidak terdapat dampak hukum terhadap perseroan sehubungan dengan informasi atau transaksi ini,” papar Andrew Haryono.
Eagle High Plantations (BWPT) melakukan kegiatan operasionalnya di Indonesia, yaitu perkebunan sawit di Kalimantan, Sumatra, dan Papua dan pabrik pengolahan sawit di Kalimatan dan Papua.
Pada tahun 2023, Grup BWPT memiliki 7 pabrik pengolahan kelapa sawit yang berada di wilayah Kalimantan dan Papua, dengan total kapasitas terpasang sebesar 370 ton buah/jam. Luas kebun kelapa sawit yang dikelola perseroan di tahun 2023 dengan luas tanam mencapai 87.000 hektare.
Di sisi lain, sebagai informasi, saham ABM investama (ABMM) masuk dalam portofolio Lo Kheng Hong. Per 30 Juni 2023, investor berusia 64 tahun itu menguasai 119.155.400 saham ABMM atau 4,32% dan membuatnya sebgai pemegang saham ABMM terbesar nomor 4.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






