Jumat, 15 Mei 2026

‘Raja Nikel’ Terpeleset, Target Harga Sahamnya Baru

Penulis : Jauhari Mahardhika
6 Okt 2023 | 19:39 WIB
BAGIKAN
Aktivitas usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (Foto: Istimewa)
Aktivitas usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatatkan kerugian pada semester I-2023 atau jauh di bawah konsensus analis alias meleset. Meski demikian, saham MBMA tetap direkomendasikan beli.

Merdeka Battery membukukan rugi bersih US$ 19,7 juta pada semester I-2023 dibandingkan semester I-2022 yang meraup laba bersih US$ 33,4 juta. Padahal, dalam konsensus, ‘Raja Nikel’ tersebut diharapkan mengantongi laba masing-masing US$ 51 juta dan US$ 57 juta.

“Ini karena harga NPI (nickel pig iron) yang rendah dan biaya yang lebih tinggi dari perkiraan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan, dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, kerugian yang dialami Merdeka Battery terjadi, meskipun perseroan membukukan pendapatan yang kuat sebesar US$ 351 juta, melonjak 172% (yoy). Lonjakan pendapatan dipicu oleh konsolidasi setahun penuh dua smelter nikel berteknologi rotary kiln electric furnace (RKEF), yang dikelola PT Cahaya Smelter Indonesia (CSI) dan PT Bukit Smelter Indonesia (BSI). Smelter tersebut diakuisisi pada kuartal II-2022.

Selain itu, smelter baru Zhao Hui Nickel (ZHN) dan Huaneng (HNMI) yang mulai beroperasi pada Juni 2023 turut berkontribusi terhadap lonjakan pendapatan emiten berkode saham MBMA tersebut.

Dari sisi operasional, MBMA mencatatkan kinerja yang solid dengan produksi NPI sebanyak 21.238 ton pada semester I-2023 atau melejit 138,9% (yoy). Khusus kuartal II-2023, produksi perseroan mencapai 11.870 ton atau meningkat 26,7% (qoq).

Adapun volume penjualan NPI MBMA sebanyak 19.233 ton pada semester I-2023, melonjak 281,3%. Untuk kuartal II-2023 saja, penjualan mencapai 11.053 ton atau meningkat 35,3% (qoq).

Target Harga Saham MBMA 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 58 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia