Jumat, 15 Mei 2026

Potensi Besar Merdeka Copper Gold (MDKA), Target Harga Saham Masih Lebar

Penulis : Thresa Sandra Desfika
18 Okt 2023 | 08:04 WIB
BAGIKAN
Tambang SCM Merdeka Battery Materials, anak usaha Merdeka Copper Gold (MDKA). (Foto: Perseroan)
Tambang SCM Merdeka Battery Materials, anak usaha Merdeka Copper Gold (MDKA). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - RHB Sekuritas melihat ada tiga katalis bagi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) pada paruh kedua tahun ini.

Riset RHB Sekuritas yang dipublikasikan baru-baru ini menyebut bahwa ketiga katalis itu adalah volume nickel pig iron (NPI) yang lebih tinggi dari PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), anak usaha MDKA. Kemudian, kontribusi yang meningkat dari bisnis nickel matte. Dan, penjualan perdana bijih pada akhir 2023.

“Faktor-faktor ini seharusnya bisa mengimbangi kerugian yang tercatat di 1H23 (karena biaya investasi awal),” tulis riset RHB Sekuritas dikutip Rabu (18/10/2023).

ADVERTISEMENT

RHB Sekuritas menyesuaikan FY23F pendapatan dari MDKA (dipotong 30%), dengan lebih banyak optimisme untuk FY24F (peningkatan pendapatan sebesar 45%).

RHB Sekuritas merekomendasikan maintain buy untuk saham MDKA tapi dengan target harga baru Rp 3.200, dari sebelumnya Rp 3.800. Meski demikian, target harga baru itu selisihnya masih sekitar 24% dari penutupan 17 Oktober di Rp 2.580.

RHB Sekuritas melihat penurunan pada 1H23 (kerugian bersih: US$ 49 juta) sebagai sementara. Peningkatan volume penjualan NPI yang akan didukung oleh unit smelter ketiga MBMA (di bawah Zhao Hui Nickel; dioperasikan pada Juni 2023).

Penambahan nickel matte (dari Huaneng Metal Industry; c.31k ton untuk 2H23 dan c.50k ton tahun depan) juga seharusnya meningkatkan pendapatan – MDKA ingin mencapai margin yang stabil dari kedua produk tersebut (EBITDA US$ 1.000-1.500/ton) dan memulihkan biaya awal yang dikeluarkan sebelumnya.

Tetap Solid

MDKA disebut juga akan memulai uji coba pengangkutan bijih pertamanya dari Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) pada akhir tahun ini, beserta dengan dimulainya fasilitas asam sulfat (dari proyek AIM, di bawah Merdeka Tsingshan Indonesia).

“Kami yakin dengan laju operasional MDKA akan tetap solid. Kami belum memasukkan nilai potensial dari AIM, utilitas untuk kawasan industri, dan produksi emas dari proyek Pani, yang merupakan katalis potensial di masa depan,” sebut riset RHB Sekuritas.

Sementara itu, dikutip dari website resmi MDKA dijelaskan bahwa selama puluhan tahun ke depan, Tambang SCM akan memasok bijih nikel limonit dan saprolit untuk rangkaian bisnis hilir MBM. Bijih nikel saprolit dari Tambang SCM dikirim ke tiga smelter nikel berteknologi RKEF (rotary kiln electric furnace) di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, untuk diproses menjadi nickel pig iron (NPI).

MBM terus meningkatkan nilai produksinya. Pada Mei 2023, MBM mengakuisisi 60 persen saham PT Huaneng Metal Industry (HNMI), pabrik konverter nikel yang sudah beroperasi. HNMI akan mengkonversi NPI dari tiga smelter RKEF tersebut menjadi nickel matte.

Hasil lain Tambang SCM, yaitu bijih nikel limonit, akan dikonversi di dua pabrik HPAL (high pressure acid leach). Pabrik-pabrik ini sedang dalam tahap perencanaan dan ditargetkan beroperasi pada 2025 di Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP), suatu kawasan industri bahan baku baterai seluas 3.500 hektare yang akan dibangun di area konsesi Tambang SCM melalui kerja sama dengan berbagai mitra usaha.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia