Jumat, 15 Mei 2026

Masa Depan Merdeka Battery (MBMA) Cerah, Potensi Cuan Sahamnya Menggoda

Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Okt 2023 | 12:25 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (Foto: MBMA)
Kegiatan usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (Foto: MBMA)

MBMA juga menandai tonggak penting dengan inisiasi pabrik RKEF ketiga (Zhao Hui Nickel smelter/ZHN) dengan kapasitas 50.000 ton NPI/tahun.

Menurut RHB Sekuritas, kapasitas itu lebih besar dari dua smelter RKEF MBMA sebelumnya, yakni Cahaya Smelter Indonesia (CSID) dan Bukit Smelter Indonesia (BSID) yang masing-masing berkapasitas 19.000 ton NPI/tahun. Sehingga output NPI menjadi 88.000 ton (FY22: 39.000 ton).

Pada akhir 1H23, sebut RHB Sekuritas, MBMA mengakuisisi 60% saham di Huaneng Metal Industry (HNMI), yang mengoperasikan fasilitas konversi untuk produksi HGNM. Saat ini produksi tahunan dari fasilitas ini adalah sekitar 30.000 ton, namun angka ini akan secara bertahap meningkat hingga sekitar 50.000 ton.

ADVERTISEMENT

Selan itu, anak perusahaan MBMA memulai ekstraksi bijih nikel pada 1H23 ( 1,9 juta ton limonit bijih dan 0,9 juta ton bijih saprolit yang diekstraksi) tetapi tetap menyimpan timbunannya karena jalan angkut (haul road) belum siap.

MBMA secara aktif meningkatkan jalan angkut dari Tambang SCM (Sulawesi Cahaya Mineral) ke fasilitas industri yang berdekatan (Indonesia Morowali Industrial Park), tempat fasilitas RKEF MBMA berada. Slurry pipelinejuga sedang dipasang untuk menghubungkan area konsesi Tambang SCM dengan pabrik HPAL MBMA di masa depan.

RHB Sekuritas menyebut, inisiatif strategis itu akan berkontribusi pada pengurangan biaya bahan baku untuk smelter RKEF dan HPAL di masa depan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia