Jumat, 15 Mei 2026

Garuda Indonesia (GIAA) Prediksi Penumpang Tumbuh 30% sampai Akhir Tahun Ini

Penulis : Muawwan Daelami
19 Okt 2023 | 21:05 WIB
BAGIKAN
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memproyeksikan jumlah penumpang hingga akhir 2023 tumbuh sebesar 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan pun bersigap dengan menambah frekuensi penerbangan di rute-rute favorit pada November-Desember tahun ini.

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, proyeksi tersebut berkaca dari tren jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang terus meningkat. Bahkan, sampai akhir semester I-2023, jumlah wisatawan asing sudah menembus 1 juta per bulan.

Karena itu, perseroan memutuskan menambah frekuensi penerbangan internasional dengan harapan dapat menggenjot realisasi target kunjungan wisatan mancanegara hingga 8,5 juta orang pada akhir 2023. Sampai awal kuartal III-2023, emten bersandi saham GIAA tersebut membukukan penumpang rute internasional tumbuh 215 % menjadi 859.061 penumpang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

ADVERTISEMENT

"Melihat peluang pertumbuhan penumpang rute internasional yang terus menunjukan potensi menjanjikan, kami optimistis akhir 2023 khususnya melalui momentum libur akhir tahun, jumlah penumpang akan tumbuh hingga 30% secara yoy," jelas Irfan dalam keterangan resminya, Kamis (19/10/2023).

Adapun sejumlah rute yang frekuensi penerbangannya akan ditambah pada November 2023 di antaranya Narita - Denpasar pp dari semula lima kali seminggu menjadi tujuh kali dalam seminggu, kemudian rute Guangzhou – Jakarta pp dari tiga kali menjadi empat kali dalam seminggu.

Rute selanjutnya, Shanghai-Jakarta pp yang sebelumnya dilayani dua kali menjadi tiga kali dalam seminggu. Begitu juga, rute Melbourne–Denpasar pp yang sebelumnya dilayani tiga kali menjadi empat kali setiap minggunya, termasuk rute Singapura–Denpasar pp yang dilayani menjadi tujuh kali dalam seminggu dari sebelumnya lima kali.

Sedangkan frekuensi penerbangan yang ditambah pada Desember 2023 meliputi rute Sydney-Jakarta pp dari sebelumnya empat kali menjadi lima kali dalam minggu. Rute selanjutnya yaitu Seoul–Denpasar pp sebelumya dua kali menjadi menjadi empat kali dalam seminggu. Rute terakhir yang frekuensinya mengalami penambahan yakni Sydney–Denpasar pp yang meningkat menjadi lima kali dari sebelumnya dilayani empat kali.

“Penambahan frekuensi penerbangan di sejumlah rute tersebut paralel dengan inisiatif perseroan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan memaksimalkan pontensi kunjungan wisatan asing menuju berbagai destinasi wisata di Indonesia,” tutup Irfan.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia