Aksi Co-founder Goto Bikin Investor Cemas, Saham Bisa ke Titik Nadir
JAKARTA, Investor.id – Rencana divestasi saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) oleh para pendiri membuat para investor cemas. Mereka khawatir saham GOTO akan turun ke titik nadir Rp 50, jika hal itu direalisasikan.
Berdasarkan riset JP Morgan, dikutip Minggu (23/10/2023), Goto telah menyampaikan kemungkinan divestasi saham tiga co-founder dalam keterbukaan informasi kepada bursa. Ini menjadi kejutan negatif dan menimbulkan pertanyaan lanjutan di kalangan investor.
Perinciannya, William Tanuwijaya, co-founder and co-chairman, Goto kemungkinan menjual 3,1 miliar saham seri A senilai Rp 185 miliar dalam jangka menengah, setara 15% saham yang dia miliki. Selanjutnya, Andre Soelistyo, co-founder and deputy chairman, berpotensi menjual 998 juta saham seri A Goto senilai Rp 60 miliar, mewakili 10% saham yang dimiliki.
Terakhir, Kevin Aluwi, co-founder Goto, tapi tak lagi berada di perusahaan, telah menjual sebagian saham seri A Goto dengan alasan diversifikasi. Dia kemungkinan bisa menjual lagi saham Goto.
“Kami pikir ketidakpastian dari divestasi manajemen dan founder Goto akan terus membayangi harga saham dalam jangka menengah,” tulis JP Morgan.
JP Morgan menilai, rencana divestasi saham pentolan Goto akan menjadi risiko penurunan besar saham perseroan. Maka wajar jika para investor khawatir saham GOTO tergelincir ke Rp 50, level terendah di perdagangan saham reguler.
Apalagi, menurut JP Morgan, William Tanuwijaya sebelumnya telah menjual 332 juta saham GOTO semala 9-13 Oktober 2020 di harga rata-rata Rp 79. Namun, di sisi lain, CEO Goto Patrick Walujo memborong saham perseroan sebanyak 148 juta pada 16 Oktober 2023 dengan harga rata-rata Rp 68.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






