Kamis, 14 Mei 2026

Garuda Indonesia (GIAA) Diramal Cetak Laba Beruntun

Penulis : Muawwan Daelami
23 Okt 2023 | 12:34 WIB
BAGIKAN
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) diproyeksikan meraup laba sebesar US$ 399 juta atau setara Rp 6,3 triliun pada tahun fiskal 2023. Proyeksi ini membalikkan performa perseroan yang sebelumnya menderita rugi dalam periode berkelanjutan.

Proyeksi laba ini juga diekspektasikan beruntun terjadi pada tahun-tahun berikutnya. Pada 2024, emiten maskapakai pelat merah tersebut diramal meraup laba sebesar US$ 589 juta, kemudian pada 2025 mencatatkan laba sebesar US$ 631 juta, dan pada 2026 diperkirakan mencetak laba sebesar US$ 647 juta.


Proyeksi mentereng kinerja GIAA ini didukung oleh sejumlah faktor. Khusus untuk 2023, Manajemen Garuda meyakini, adanya faktor jumlah penumpang yang bakal meningkat sebesar 60% berkat restrukturisasi utang yang dilakukan pada akhir 2022 dan upaya perseroan dalam menekan biaya sewa pesawat.

Faktor penopang lainnya, disiasati dari fokus perseroan untuk menambah penerbangan pada rute-rute yang menguntungkan seperti Jakarta-Singapura dan Jakarta-Bali. Sedangkan, rute penerbangan yang kurang menguntungkan seperti Jakarta-Amsterdam akan dikuragi dari semula tiga penerbangan seminggu menjadi sekali penerbangan seminggu.

ADVERTISEMENT

Dari situ, manajemen optimistis performa GIAA pada semester kedua 2023 akan tumbuh. Belum lagi, faktor dari musim liburan kenaikan kelas, perjalanan umroh, serta periode puncak seperti Natal dan Tahun Baru.

Perihal umrah, perseroan juga terus mengoptimalkannya dengan menambah penerbangan dari berbagai kota besar di Indonesia. Ditambah lagi, perseroan akan kedatangan tiga dari lima pesawat narrow body yang sudah dipesan sejak akhir kuartal III-2023.

Kinerja apik GIAA setidaknya sudah terefleksi pada kuartal II lalu, di mana perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar US$33.6 juta, turn around daripada kerugian sebesar US$ 110 juta yang dialami pada kuartal sebelumnya.

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, setelah restrukturisasi, Garuda mampu menekan harga sewa pesawat sekitar 30% sampai 50%. Praktis, perseroan kini hanya membayar biaya sewa pesawat sesuai durasi pemakaian pesawat kepada lessor.

Kerja Sama Tiga Bidang

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 53 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia