Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih Turun 24%, Indosat (ISAT) Beberkan Penyebabnya

Penulis : Thresa Sandra Desfika
30 Okt 2023 | 12:43 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi stand Indosat. (BeritaSatu Photo/)
Ilustrasi stand Indosat. (BeritaSatu Photo/)

JAKARTA, investor.id - PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan jumlah pendapatan Rp 37,46 triliun sepanjang periode Januari-September 2023. Naik 8,5% dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu di Rp 34,53 triliun.

Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk adalah sebesar Rp 2,78 triliun per akhir kuartal III-2023. Turun 24,4% dari Rp 3,68 triliun di 30 September 2022.

Manajemen Indosat menjelaskan, penurunan terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan operasional lain-lain, peningkatan biaya depresiasi dan amortisasi, dan peningkatan biaya keuangan yang diimbangi oleh peningkatan pendapatan dan penurunan beban penyelenggaraan jasa.

ADVERTISEMENT

Dalam keterangan resmi Indosat pada Senin (30/10/2023) dijelaskan, layanan selular, MIDI, dan telekomunikasi tetap milik perusahaan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 85,9%, 12,1%, dan 2,0% terhadap pendapatan usaha konsolidasian yang berakhir pada tanggal 30 September 2023.

Rincian Pendapatan

Rincian kontribusi pendapatan Indosat (ISAT) untuk periode Januari-September 2023 adalah sebagai berikut"

- Pendapatan selular meningkat sebesar 7,8% dibandingkan 9B 2022, terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan data, dan interkoneksi yang diimbangi penurunan pendapatan suara.

- Pendapatan MIDI meningkat sebesar 10,8% dibandingkan 9B 2022, disebabkan oleh peningkatan pendapatan layanan IT dan internet yetap yang diimbangi dengan penurunan pendapatan konektivitas tetap.

- Pendapatan telekomunikasi tetap meningkat sebesar 26,8% dibandingkan 9B 2022 dikontribusi oleh kenaikan pendapatan telepon internasional dan pendapatan jaringan tetap.

Beban-beban sebesar Rp 30,39 triliun pada 9B 2023, naik 14,1% dibandingkan 9B 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban penyusutan dan amortisasi, beban pemasaran dan penurunan pendapatan operasional lain-lain, yang diimbangi oleh penurunan beban penyelenggaraan jasa, beban karyawan serta beban umum dan administrasi.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 8 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 46 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 50 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia