Jumat, 15 Mei 2026

Catat Laba Bersih Rp 3,8 Triliun, Bukit Asam (PTBA) Terus Terang soal Tantangan

Penulis : Thresa Sandra Desfika
30 Okt 2023 | 16:22 WIB
BAGIKAN
PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Foto: Perseroan
PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,8 triliun sampai dengan akhir kuartal III-2023. Jumlahnya menyusut dari kuartal III-2022 di Rp 10 triliun.

Dari sisi pendapatan, PTBA membukukan sebesar Rp 27,7 triliun dalam Januari-September tahun ini. Angkanya lebih kecil dari periode yang sama tahun lalu di Rp 31,07 triliun.

Total aset perusahaan per 30 September 2023 sebesar Rp 36 triliun.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam (PTBA), Niko Chandra menjelaskan, pencapaian laba bersih didukung oleh peningkatan kinerja operasional perseroan sepanjang Januari-September 2023.

ADVERTISEMENT

Total produksi batu bara PTBA hingga kuartal III-2023 mencapai 31,9 juta ton, tumbuh 15,2% dibanding periode yang sama tahun 2022 yakni sebesar 27,7 juta ton.

“Kenaikan produksi ini seiring dengan kenaikan volume penjualan batu bara sebesar 14,9 persen menjadi 27,0 juta ton,” jelas Niko dalam keterangan resmi, Senin (30/10/2023).

Hingga kuartal III-2023, perseroan mencatat penjualan ekspor sebesar 11,2 juta ton atau naik 24,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara realisasi domestic market obligation (DMO) tercatat sebesar 51%.

Tantangan

Berbagai hal yang menjadi tantangan bagi PTBA di tahun ini, sambung Niko, di antaranya adalah koreksi harga batu bara dan fluktuasi pasar. Rata-rata harga batu bara ICI-3 terkoreksi sekitar 33% dari US$ 128,5 per ton pada Januari-September 2022 menjadi US$ 86,3 per ton pada Januari-September 2023.

Di sisi lain, harga pokok penjualan mengalami kenaikan, di antaranya pada komponen biaya royalti, angkutan kereta api, dan jasa penambangan.

Karena itu, PTBA terus berupaya memaksimalkan potensi pasar di dalam negeri serta peluang ekspor untuk mempertahankan kinerja baik. Perseroan juga konsisten mengedepankan cost leadership di setiap lini perusahaan, sehingga penerapan efisiensi secara berkelanjutan dapat dilakukan secara optimal.

Selain itu, perseroan berharap agar pembentukan Mitra Instansi Pengelola (MIP) dapat segera terealisasi dan memberikan dampak baik bagi kinerja keuangan PTBA.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 46 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia