Pendapatan Garuda (GIAA) Naik 48%, Masih Bukukan Rugi Bersih
JAKARTA, investor.id - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih mencatatkan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 72,38 juta dalam periode Januari-September 2023 (Rp 1,12 triliun dengan asumsi kurs sekitar Rp 15.500/USD pada 30 September 2023).
Angka tersebut berputar jauh dari periode yang sama tahun 2022, di mana Garuda (GIAA) mencetak laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$ 3,7 miliar. Saat itu laba Garuda ditopang pendapatan dari restrukturisasi utang dan keuntungan dari restrukturisasi pembayaran.
Meski demikian, per 30 September 2023, pendapatan usaha Garuda sebesar US$ 2,23 miliar. Meningkat 48,3% dari US$ 1,50 miliar pada 30 September 2022.
Hingga akhir kuartal ketiga tahun ini pendapatan usaha GIAA terdiri dari pendapatan penerbangan berjadwal US$ 1,72 miliar, penerbangan tidak berjadwal US$ 274,25 juta, dan lainnya US$ 234,91 juta.
Beban usaha Januari-September 2023 jadi US$ 1,99 miliar. Lebih besar 7,1% dari US$ 1,85 miliar pada periode yang sama tahun 2022.
Beban usaha paling besar hingga kuartal III-2023 masih beban operasional penerbangan mencapai US$ 1,13 miliar. Dan kontribusi paling jumbonya berasal dari bahan bakar US$ 695,18 juta. Naik dari per akhir kuartal III-2022 yang saat itu berjumlah US$ 544,20 juta.
Proyeksi
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





