Jumat, 15 Mei 2026

Pendapatan Garuda (GIAA) Naik 48%, Masih Bukukan Rugi Bersih

Penulis : Thresa Sandra Desfika
1 Nov 2023 | 07:35 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pesawat Garuda (GIAA). Ist
Ilustrasi pesawat Garuda (GIAA). Ist

Sebelumnya diberitakan, Garuda (GIAA) diproyeksikan memiliki kinerja mentereng didukung oleh sejumlah faktor. Khusus untuk 2023, manajemen Garuda meyakini, adanya faktor jumlah penumpang yang bakal meningkat sebesar 60%, juga berkat restrukturisasi utang yang dilakukan pada akhir 2022 dan upaya perseroan dalam menekan biaya sewa pesawat.

Faktor penopang lainnya, disiasati dari fokus perseroan untuk menambah penerbangan pada rute-rute yang menguntungkan seperti Jakarta-Singapura dan Jakarta-Bali. Sedangkan, rute penerbangan yang kurang menguntungkan seperti Jakarta-Amsterdam akan dikurangi dari semula tiga penerbangan seminggu menjadi sekali penerbangan seminggu.

Dari situ, manajemen optimistis performa GIAA pada semester kedua 2023 akan tumbuh. Belum lagi, faktor dari musim liburan kenaikan kelas, perjalanan umrah, serta periode puncak seperti Natal dan Tahun Baru.

ADVERTISEMENT

Perihal umrah, perseroan juga terus mengoptimalkannya dengan menambah penerbangan dari berbagai kota besar di Indonesia. Ditambah lagi, perseroan akan kedatangan tiga dari lima pesawat narrow body yang sudah dipesan sejak akhir kuartal III-2023.

Kinerja apik GIAA setidaknya sudah terefleksi pada kuartal II lalu, di mana perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 33,6 juta, turn around daripada kerugian sebesar US$ 110 juta yang dialami pada kuartal sebelumnya (kuartal I).

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, setelah restrukturisasi, Garuda mampu menekan harga sewa pesawat sekitar 30% sampai 50%. Praktis, perseroan kini hanya membayar biaya sewa pesawat sesuai durasi pemakaian pesawat kepada lessor.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia