Pendapatan Garuda (GIAA) Naik 48%, Masih Bukukan Rugi Bersih
Sebelumnya diberitakan, Garuda (GIAA) diproyeksikan memiliki kinerja mentereng didukung oleh sejumlah faktor. Khusus untuk 2023, manajemen Garuda meyakini, adanya faktor jumlah penumpang yang bakal meningkat sebesar 60%, juga berkat restrukturisasi utang yang dilakukan pada akhir 2022 dan upaya perseroan dalam menekan biaya sewa pesawat.
Faktor penopang lainnya, disiasati dari fokus perseroan untuk menambah penerbangan pada rute-rute yang menguntungkan seperti Jakarta-Singapura dan Jakarta-Bali. Sedangkan, rute penerbangan yang kurang menguntungkan seperti Jakarta-Amsterdam akan dikurangi dari semula tiga penerbangan seminggu menjadi sekali penerbangan seminggu.
Dari situ, manajemen optimistis performa GIAA pada semester kedua 2023 akan tumbuh. Belum lagi, faktor dari musim liburan kenaikan kelas, perjalanan umrah, serta periode puncak seperti Natal dan Tahun Baru.
Perihal umrah, perseroan juga terus mengoptimalkannya dengan menambah penerbangan dari berbagai kota besar di Indonesia. Ditambah lagi, perseroan akan kedatangan tiga dari lima pesawat narrow body yang sudah dipesan sejak akhir kuartal III-2023.
Kinerja apik GIAA setidaknya sudah terefleksi pada kuartal II lalu, di mana perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 33,6 juta, turn around daripada kerugian sebesar US$ 110 juta yang dialami pada kuartal sebelumnya (kuartal I).
Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, setelah restrukturisasi, Garuda mampu menekan harga sewa pesawat sekitar 30% sampai 50%. Praktis, perseroan kini hanya membayar biaya sewa pesawat sesuai durasi pemakaian pesawat kepada lessor.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





