Harga Minyak Naik, Ditopang Penegasan Pengurangan Pasokan Arab Saudi dan Rusia
HOUSTON, investor.id - Harga minyak naik tipis pada Senin (6/11/2023). Ditopang penegasan kembali Arab Saudi dan Rusia soal pengurangan pasokan minyak secara sukarela hingga akhir tahun.
Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent naik 29 sen (0,34%) menjadi US$ 85,18 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 31 sen (0,4%) menjadi US$ 80,82.
Pada Minggu (5/11/2023), Arab Saudi mengkonfirmasi akan melanjutkan pengurangan sukarela tambahan sebesar 1 juta barel per hari (bph) pada Desember untuk mempertahankan produksi sekitar 9 juta barel per hari, kata kementerian sumber energi.
Rusia juga mengumumkan akan melanjutkan pemotongan sukarela tambahan sebesar 300 ribu barel per hari dari ekspor minyak mentah dan produk minyak bumi hingga akhir Desember.
“Pengumuman ini menunjukkan bahwa Saudi mengambil alih kendali dalam upaya memperketat pasar dan menaikkan harga,” John Kilduff, partner di Again Capital LLC di New York.
Ahli strategi UBS Giovanni. Staunovo mengatakan, pemotongan tersebut dapat diperpanjang hingga kuartal I-2024. Sebab, permintaan minyak yang melemah secara musiman di awal setiap tahun, kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung, dan tujuan produsen dan OPEC+ untuk mendukung stabilitas dan keseimbangan pasar minyak.
Harga minyak rebound setelah kedua minyak acuan tersebut kehilangan sekitar 6% dalam seminggu hingga 3 November, karena kekhawatiran pasokan yang didorong oleh ketegangan di Timur Tengah mereda.
Para pemimpin PBB menuntut gencatan senjata kemanusiaan pada Senin (6/11/2023), sebulan setelah perang di Gaza, ketika otoritas kesehatan di daerah kantong tersebut mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan Israel kini melebihi 10 ribu orang.
Melemahnya dolar AS juga membantu harga minyak. Indeks dolar turun ke level 104,84, terlemah sejak 20 September. Melemahnya dolar meningkatkan permintaan pembelian minyak mentah oleh pemegang mata uang asing.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






