Sabtu, 4 April 2026

Harga Minyak Naik, Ditopang Penegasan Pengurangan Pasokan Arab Saudi dan Rusia

Penulis : Indah Handayani
7 Nov 2023 | 04:40 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak (Foto: AP Photo/Amr Nabil, File)
ilustrasi harga minyak (Foto: AP Photo/Amr Nabil, File)

HOUSTON, investor.id - Harga minyak naik tipis pada Senin (6/11/2023). Ditopang penegasan kembali Arab Saudi dan Rusia soal pengurangan pasokan minyak secara sukarela hingga akhir tahun.

Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent naik 29 sen (0,34%) menjadi US$ 85,18 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 31 sen (0,4%) menjadi US$ 80,82.

Pada Minggu (5/11/2023), Arab Saudi mengkonfirmasi akan melanjutkan pengurangan sukarela tambahan sebesar 1 juta barel per hari (bph) pada Desember untuk mempertahankan produksi sekitar 9 juta barel per hari, kata kementerian sumber energi.

Advertisement

Rusia juga mengumumkan akan melanjutkan pemotongan sukarela tambahan sebesar 300 ribu barel per hari dari ekspor minyak mentah dan produk minyak bumi hingga akhir Desember.

“Pengumuman ini menunjukkan bahwa Saudi mengambil alih kendali dalam upaya memperketat pasar dan menaikkan harga,” John Kilduff, partner di Again Capital LLC di New York.

Ahli strategi UBS Giovanni. Staunovo mengatakan, pemotongan tersebut dapat diperpanjang hingga kuartal I-2024. Sebab, permintaan minyak yang melemah secara musiman di awal setiap tahun, kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung, dan tujuan produsen dan OPEC+ untuk mendukung stabilitas dan keseimbangan pasar minyak. 

Harga minyak rebound setelah kedua minyak acuan tersebut kehilangan sekitar 6% dalam seminggu hingga 3 November, karena kekhawatiran pasokan yang didorong oleh ketegangan di Timur Tengah mereda.

Para pemimpin PBB menuntut gencatan senjata kemanusiaan pada Senin (6/11/2023), sebulan setelah perang di Gaza, ketika otoritas kesehatan di daerah kantong tersebut mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan Israel kini melebihi 10 ribu orang.

Melemahnya dolar AS juga membantu harga minyak. Indeks dolar turun ke level 104,84, terlemah sejak 20 September. Melemahnya dolar meningkatkan permintaan pembelian minyak mentah oleh pemegang mata uang asing.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 12 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 23 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 32 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia