Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Rebound saat Imbal hasil Obligasi AS Stabil

Penulis : Indah Handayani
11 Nov 2023 | 05:30 WIB
BAGIKAN
Tanda jalan di dekat Bursa Efek New York di Wall Street di New York, Amerika Serikat. (FOTO: ANGELA WEISS / AFP)
Tanda jalan di dekat Bursa Efek New York di Wall Street di New York, Amerika Serikat. (FOTO: ANGELA WEISS / AFP)

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street rebound pada Jumat (10/11/2023). Saat imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) stabil. Penguatan indeks-indeks tersebut menempatkan rata-rata mingguan dalam jalur positif pada pekan ini.  

Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones Industrial Average menguat 391 poin (1,15%) menjadi 34.282,1. Sedangkan S&P 500 naik 1,56% menjadi 4.415,24. Sementara itu, Nasdaq Composite terkerek 2,05% menjadi 13.798,11. Indeks yang sarat teknologi ini menorehkan hari terbaiknya sejak bulan Mei.

Saham-saham rebound setelah imbal hasil obligasi sempat melonjak karena aksi jual pada Kamis (9/11/2023). Hal itu menghentikan kenaikan beruntun terpanjang untuk S&P 500 dan Nasdaq Composite dalam dua tahun. Secara mingguan, S&P 500 naik lebih dari 1%, sedangkan Nasdaq bersiap untuk naik 2%. 30 saham Dow naik 0,6%.

ADVERTISEMENT

Patokan imbal hasil obligasi AS 10-tahun berada di sekitar garis datar setelah melonjak lebih dari 10 basis poin pada Kamis. Hal itu dipicu oleh lelang obligasi Departemen Keuangan dan komentar dari Ketua The Fed Jerome Powell tentang kemungkinan diperlukannya lebih banyak intervensi untuk meredam inflasi. 

Namun, perekonomian masih lebih tangguh dari perkiraan. Hal ini telah membantu ekuitas meskipun ada ketidakpastian kapan The Fed mungkin akan melakukan pemotongan suku bunga, menurut UBS.

“Tingginya tingkat lowongan pekerjaan yang tidak terisi dan neraca sektor swasta yang solid mendukung pandangan kami akan pendaratan ekonomi yang ‘lunak’. Namun, pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan melambat dalam beberapa bulan ke depan dan perbaikan inflasi lebih lanjut mungkin akan terjadi secara bertahap,” tulis kepala ekuitas AS UBS David Lefkowitz dalam catatannya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia