Harga Batu Bara Bullish, Dipicu Sinyal Peningkatan Permintaan
Yoga menambahkan, permintaan batu bara China dan India berpotensi tetap kuat melihat dari situasi saat ini yang memasuki musim dingin. Bahkan, Indonesia menyumbang lebih dari 50% ekspor batu bara termal global selama periode Januari hingga Oktober. Hal ini kemungkinan masih akan bertahan karena adanya kepentingan negara-negara konsumen utama untuk mengamankan cadangan pasokan selama berlangsungnya musim dingin.
“Sepanjang November ini, harga batu bara berpotensi dalam tren cenderung bullish. Namun melihat dari situasi di pasar gas alam yang saat ini tren-nya cenderung bearish, maka ada potensi menahan kenaikan harga batu bara,” jelas Yoga.
Lebih lanjut Yoga menjelaskan, pelemahan harga gas dipicu sentimen kondisi pasokan berlebih di pasar yang dipicu oleh kenaikan produksi gas alam di November pasca rekor tertinggi di Oktober.
Melemahnya harga gas ini juga menyebabkan harga batu bara Eropa melemah pada perdagangan Jumat (10/11/2023). Selain, berlimpahnya pasokan bertepatan dengan melemahnya permintaan pembangkit listrik. Harga gas Eropa melemah pada Jumat (7/11/2023). Hingga berita ini ditayangkan, harga gas alam Eropa EU Dutch TTF (EUR) untuk Desember jatuh 3,03% ke 46,65 Euro per MWh.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






