Harga Batu Bara Bullish, Dipicu Sinyal Peningkatan Permintaan
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara lagi-lagi naik pada Jumat (10/11/2023). Dipicu sinyal peningkatan permintaan batu bara dari China dan India.
Pada Jumat (10/11/2023), harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka November 2023 naik US$ 0,25 menjadi US$ 123,25 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Desember 2023 naik US$ 0,75 menjadi US$ 129,50 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Januari 2024 terkerek US$ 1 menjadi US$ 133 per ton.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak berjangka November 2023 turun US$ 1,85 menjadi US$ 124,70. Sementara itu, kontrak berjangka Desember 2023 terkoreksi US$ 3,05 menjadi US$ 116,55. Serta, kontrak berjangka Januari 2024 jatuh US$ 3,35 menjadi US$ 112,75.
Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga batu bara bergerak pada tren cenderung bullish. sentiment utama yang mempengaruhi pergerakan harga batu bara datang dari sinyal peningkatan permintaan batu bara dari negara-negara Asia, terutama China dan India. Selain itu, belahan bumi utara juga mulai memasuki musim dingin yang berpotensi meningkatkan permintaan akan komoditas energi.
“Harga batu bara bergerak pada resistanceUS$ 140 per ton dan support US$ 100 per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, Jumat (10/11/2023).
Yoga menyebut, sepanjang pekan kedua November, harga batu bara terpantau menguat sebesar 3,36%. Sedangkan sepanjang November hingga penutupan pekan kedua, harga batu bara mengalami penguatan sebesar 4,73%. “Dilihat secara year to date (ytd) hingga penutupan pekan kedua November, harga batu bara berada pada tren bearish dengan penurunan mencapai 68,43%,” tambah Yoga.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






