Duit Astra (ASII) Rp 35 Triliun Mengalir Deras ke Sini
JAKARTA, investor.id – PT Astra International Tbk (ASII) menghabiskan dana belanja modal (capital expenditure/capex) dan investasi hingga Rp 35 triliun. Untuk apa saja?
Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro menegaskan, hingga September 2023, perseroan telah mengucurkan dana sekitar Rp 34 triliun hingga Rp 35 triliun, yang digunakan untuk mendanai berbagai inisiatif terbaru maupun modal kerja.
“Terutama, di Grup United Tractors dalam hal replacement atau perawatan alat berat. Kemudian, di agribisnis dana itu kami gunakan untuk pemeliharaan dan fasilitas infrastruktur perkebunan," jelas Djony dalam paparan publik Astra International, Selasa (14/11/2023).
Emiten berkode saham ASII itu juga menggunakan dana tersebut untuk pengembangan bisnis otomotif, salah satunya dengan membentuk omni channel. ASII juga berinvestasi pada beberapa perusahaan di sektor pertambangan dan pengolahan nikel, sektor energi baru terbarukan (EBT) melalui Arkora Hydro (ARKO), dan investasi lainnya.
Sebagai informasi, tahun ini, ASII menganggarkan capex sebesar Rp 40 triliun, Adapun soal capex 2024, Djonny belum bersedia membeberkan angkanya. "Kami akan rilis setelah laporan 2023 selesai," ucapnya.
Sementara itu, hingga kuartal III-2023, ASII berhasil menorehkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 43,15 triliun, naik 4,7% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 41,21 triliun.
Perolehan laba bersih tersebut berasal dari enam perusahaan Grup Astra yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Astra Graphia Tbk (ASGR), dan PT Acset Indonusa Tbk (ACST).
Sepanjang sembilan bulan pada tahun ini, ASII sebagai perusahaan induk mendominasi finansial di grupnya dengan mencatatkan laba bersih Rp 25,69 triliun, naik 10,12% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 23,33 triliun. Kenaikan itu mencerminkan peningkatan kinerja dari hampir seluruh divisi bisnis grup, terutama divisi otomotif dan jasa keuangan.
“Kinerja grup sepanjang sembilan bulan pada 2023 cukup baik, yang mencerminkan pemulihan pascapandemi yang terus berlanjut. Kami melihat grup akan tetap resilient di tengah ketidakpastian perekonomian global dan membukukan kinerja yang baik hingga akhir tahun dengan pertumbuhan moderat pada kuartal terakhir,” tutur Djony.
Dia pun menyebut, laba bersih grup tanpa memperhitungkan penyesuaian nilai wajar atas investasi pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) mencapai Rp 26,1 triliun atau 17% lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu.
Laba selama sembilan bulan pada tahun ini dikontribusi dari sektor otomotif sebesar Rp 9,17 triliun; jasa keuangan Rp 5,86 triliun; alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi Rp 9,43 triliun; agribisnis Rp 638 miliar; infrastruktur dan logistik Rp 766 miliar; teknologi informasi Rp 96 miliar; properti Rp 114 miliar.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






