Jumat, 15 Mei 2026

Harga Batu Bara Naik, Ditopang China dan India

Penulis : Indah Handayani
16 Nov 2023 | 05:20 WIB
BAGIKAN
Batu bara. Foto ilustrasi: IST
Batu bara. Foto ilustrasi: IST

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara naik pada Rabu (15/11/2023). Ditopang menurunnya produksi batu bara China dan kabar India yang akan memastikan pasokan dari Australia stabil.  

Pada Rabu (15/11/2023), harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka November 2023 naik US$ 0,75 menjadi US$ 123,25 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Desember 2023 terkerek US$ 1,25 menjadi US$ 127,25 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Januari 2024 meningkat US$ 0,75 menjadi US$ 130 per ton.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak berjangka November 2023 turun US$ 1,05 menjadi US$ 123,40. Sementara itu, kontrak berjangka Desember 2023 terkoreksi US$ 1,55 menjadi US$ 113,55. Serta, kontrak berjangka Januari 2024 melemah US$ 1,75 menjadi US$ 109,50.

ADVERTISEMENT

Produksi batu bara China pada bulan Oktober turun 1,1% dari level tertinggi enam bulan di bulan September, data resmi menunjukkan pada Rabu (15/11/2023), karena inspeksi keselamatan tambang membatasi produksi.

Produsen batu bara terbesar di dunia ini menambang 388,8 juta metrik ton bahan bakar pada bulan lalu, menurut data dari Biro Statistik Nasional, meskipun angka tersebut masih naik 3,8% dari tingkat tahun sebelumnya.

Sedangkan produksi batu bara selama 10 bulan 2023 mencapai 3,83 miliar ton, naik 3,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Analis dari Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batubara China (CCTD), sebuah asosiasi industri, sebelumnya telah memperingatkan bahwa produksi untuk kuartal keempat bisa lebih rendah dari yang diperkirakan mengingat adanya inspeksi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia