Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun
JAKARTA, investor.id - Emiten grup Saratoga, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan VI tahap II tahun 2023 senilai Rp 1,51 triliun. Surat utang tersebut merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan VI Tower Bersama dengan target dana yang akan dihimpun sebanyak-banyaknya Rp 20 triliun.
“Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,75% per tahun dan jangka waktu 370 hari sejak tanggal emisi,” kata manajemen Tower Bersama dalam prospektus yang dipublikasi, Kamis (16/11/2023).
Manajemen Tower Bersama mengatakan, masa penawaran umum obligasi akan berlangsung pada 28-29 November 2023, disusul tanggal penjatahan pada 1 Desember 2023, tanggal pengembalian uang pemesanan dan distribusi obligasi secara elektronik pada 5 Desember 2023, dan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 6 Desember 2023.
Perseroan telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT UOB Kay Hian Sekuritas, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, dan PT BNI Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi obligasi, serta PT Bank Tabungan Negara Tbk sebagai wali amanat penerbitan surat utang ini.
“Dalam rangka penerbitan obligasi ini, perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia dengan peringkat AA+ atau double A plus,” kata manajemen Tower Bersama.
Manajemen TOWR mengungkapkan, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi akan dipinjamkan oleh perseroan sebesar US$ 62,16 juta atau setara Rp 975,8 miliar kepada PT Tower Bersama (TB) untuk melakukan pembayaran seluruh pokok pinjaman yang menjadi kewajiban keuangan TB.
Sisanya sebesar US$ 34 juta atau setara Rp 533,8 miliar kepada PT Solu Sindo Kreasi Pratama (SKP) untuk melakukan pembayaran sebagian pokok pinjaman yang menjadi kewajiban keuangan SKP, yang keduanya terkait dengan fasilitas pinjaman revolving dalam US$ 325 juta facility agreement tertanggal 18 April 2023. Dana tersebut akan dibayarkan kepada para kreditur melalui United Overseas Bank Limited sebagai Agen.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler



