Jumat, 15 Mei 2026

Net Sell Mengecil, Asing Masuk ke Saham-Saham Ini

Penulis : Jauhari Mahardhika
29 Nov 2023 | 19:07 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Investor asing kembali mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) saham di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/11/2023), namun nilainya mengecil hanya sebesar Rp 49,3 miliar. Adapun total net sell sepanjang tahun berjalan ini mencapai Rp 13,5 triliun.

Asing melakukan net sell pada saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di pasar reguler hari ini. Nilai net sell MDKA Rp 52,3 miliar, AMMN Rp 49,1 miliar, dan BMRI Rp 46,3 miliar.

Sebaliknya, investor asing masuk ke saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 89,9 miliar pada saham BBRI. Sedangkan net buy BBNI Rp 41,9 miliar dan TLKM Rp 40 miliar.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup turun tipis 4,9 poin (0,07%) ke level 7.036. Total transaksi mencapai Rp 10,1 triliun. Sebanyak 235 saham naik, 300 saham terkoreksi, dan 226 saham stagnan.

Sebagian sektor saham terkoreksi. Pelemahan terbesar terjadi pada sektor infrastruktur 0,9%. Diikuti, penurunan sektor barang konsumsi primer 0,8%, sektor barang konsumsi non primer 0,1%, dan sektor industri 0,08%.

Sedangkan penguatan terbesar terjadi pada sektor barang baku yang meningkat 1,5%. Diikuti, kenaikan sektor transportasi 1%, sektor kesehatan 0,5%, sektor energi 0,5%, dan sektor teknologi 0,2%.

Saat IHSG hari ini turun tipis, saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) malah melesat dan masuk top gainers. PYFA melejit 24,8% hingga membentur batas auto rejection atas (ARA). Harga sahamnya menjadi Rp 980. Sedangkan CUAN melesat 9,1% menjadi Rp 8.025.

Selain PYFA dan CUAN, ada tiga saham lainnya yang juga naik kencang. Ketiganya adalah saham PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX) melejit 20% menjadi Rp 60, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) melesat 10,7% menjadi Rp 196, dan PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) meningkat 9,4% menjadi Rp 81.

Sementara itu, PT Puri Global Sukses (PURI) jatuh paling dalam dan memimpin top losers. PURI terpangkas 24,9% hingga sentuh auto rejection bawah (ARB). Diikuti, PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) jatuh 14,1%, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) turun 9,7%, PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) melemah 8,4%, dan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) terkoreksi 7,7%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 53 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia