Jumat, 15 Mei 2026

Pengurangan Produksi OPEC+ Tidak Sesuai Ekspektasi, Harga Minyak Anjlok Lebih dari 2%

Penulis : Indah Handayani
1 Des 2023 | 04:40 WIB
BAGIKAN
Fasilitas pengolahan minyak mentah. ( Foto ilustrasi: AFP/File / Haidar Mohammed Ali )
Fasilitas pengolahan minyak mentah. ( Foto ilustrasi: AFP/File / Haidar Mohammed Ali )

HOUSTON, investor.id - Harga minyak anjlok lebih dari 2% pada Kamis (30/11/2023). Setelah produsen OPEC+ menyetujui pengurangan produksi minyak secara sukarela untuk kuartal pertama tahun depan yang jauh dari ekspektasi pasar.

Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent untuk Januari ditutup turun 27 sen (0,3%) menjadi US$ 82,83 per barel, dan kerugian 5,2% sepanjang November. Kontrak Februari, yang memulai perdagangan sebagai bulan depan pada Jumat (1/12/2023), turun US$ 2 (2,4%) menjadi US$ 80,86.

Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$ 1,90 (2,4%) menjadi US$ 75,96, dan turun 6,2% di November.

ADVERTISEMENT

Arab Saudi, Rusia, dan anggota OPEC+ lainnya, yang memproduksi lebih dari 40% minyak dunia, menyetujui pengurangan produksi sukarela mendekati 2 juta barel per hari (bph) pada kuartal I-2024.

Setidaknya 1,3 juta barel per hari dari pemotongan tersebut merupakan perpanjangan dari pembatasan sukarela yang sudah dilakukan Arab Saudi dan Rusia. Sebelumnya, para delegasi mengatakan pengurangan tambahan baru yang sedang dibahas adalah sebesar 2 juta barel per hari.

"Untuk saat ini, hasilnya tidak sesuai dengan harapan dalam beberapa hari terakhir," kata Callum MacPherson, kepala komoditas di Investec.

Sifat sukarela dari pemotongan tersebut membuat investor bingung.

“Dari apa yang kami lihat sejauh ini, angka ini tampak seperti angka yang sangat tipis yaitu sekitar 600 ribu -700 ribu barel per hari (bpd) vs tingkat yang direncanakan pada Kuartal 4 tahun 2023,” kata James Davis dari FGE.

Menurut Davis, Hal itu bisa saja merupakan pengurangan aktual sekitar 500 ribu barel per hari dibandingkan dengan kuartal keempat. Ini mungkin cukup untuk menjaga keseimbangan pasar di kuartal pertama, tapi itu akan hampir tercapai.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia