Pengurangan Produksi OPEC+ Tidak Sesuai Ekspektasi, Harga Minyak Anjlok Lebih dari 2%
HOUSTON, investor.id - Harga minyak anjlok lebih dari 2% pada Kamis (30/11/2023). Setelah produsen OPEC+ menyetujui pengurangan produksi minyak secara sukarela untuk kuartal pertama tahun depan yang jauh dari ekspektasi pasar.
Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent untuk Januari ditutup turun 27 sen (0,3%) menjadi US$ 82,83 per barel, dan kerugian 5,2% sepanjang November. Kontrak Februari, yang memulai perdagangan sebagai bulan depan pada Jumat (1/12/2023), turun US$ 2 (2,4%) menjadi US$ 80,86.
Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$ 1,90 (2,4%) menjadi US$ 75,96, dan turun 6,2% di November.
Arab Saudi, Rusia, dan anggota OPEC+ lainnya, yang memproduksi lebih dari 40% minyak dunia, menyetujui pengurangan produksi sukarela mendekati 2 juta barel per hari (bph) pada kuartal I-2024.
Setidaknya 1,3 juta barel per hari dari pemotongan tersebut merupakan perpanjangan dari pembatasan sukarela yang sudah dilakukan Arab Saudi dan Rusia. Sebelumnya, para delegasi mengatakan pengurangan tambahan baru yang sedang dibahas adalah sebesar 2 juta barel per hari.
"Untuk saat ini, hasilnya tidak sesuai dengan harapan dalam beberapa hari terakhir," kata Callum MacPherson, kepala komoditas di Investec.
Sifat sukarela dari pemotongan tersebut membuat investor bingung.
“Dari apa yang kami lihat sejauh ini, angka ini tampak seperti angka yang sangat tipis yaitu sekitar 600 ribu -700 ribu barel per hari (bpd) vs tingkat yang direncanakan pada Kuartal 4 tahun 2023,” kata James Davis dari FGE.
Menurut Davis, Hal itu bisa saja merupakan pengurangan aktual sekitar 500 ribu barel per hari dibandingkan dengan kuartal keempat. Ini mungkin cukup untuk menjaga keseimbangan pasar di kuartal pertama, tapi itu akan hampir tercapai.
Arab Saudi, Rusia, Kuwait, Kazakhstan dan Aljazair termasuk di antara produsen yang mengatakan, pengurangan produksi akan dibatalkan secara bertahap setelah kuartal pertama, jika kondisi pasar memungkinkan.
Pertemuan tersebut, yang diadakan pada hari yang sama dengan pertemuan para pemimpin global di Dubai untuk menghadiri konferensi iklim PBB COP28, awalnya dijadwalkan pada minggu lalu tetapi ditunda karena ketidaksepakatan mengenai kuota produksi untuk produsen di Afrika.
OPEC+ juga mengundang Brasil, yang merupakan 10 produsen minyak terbesar, untuk menjadi anggota kelompok tersebut. Menteri Energi negara tersebut mengatakan pihaknya berharap dapat bergabung pada bulan Januari.
Sementara itu, produksi minyak mentah di AS, produsen utama dunia, terus tumbuh, naik 1,7% pada September ke rekor bulanan 13,24 juta barel per hari, menurut Badan Informasi Energi (EIA).
Produksi minyak mentah di Texas turun 0,1% menjadi 5,57 juta barel per hari, terendah sejak Juli dan penurunan produksi pertama di negara bagian itu sejak April, kata EIA.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






