Mitratel (MTEL) Akuisisi 803 Menara Senilai Rp 1,75 Triliun
JAKARTA, investor.id - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel telah mengakuisisi sebanyak 803 menara telekomunikasi milik PT Gametraco Tunggal senilai Rp 1,75 triliun. Dengan akuisisi ini, jumlah tenant MTEL bertambah 1.327 penyewa.
Direktur Investasi sekaligus Sekretaris Mitratel (MTEL) Hendra Purnama menyampaikan, akuisisi tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mencetak pertumbuhan hingga 2025. "Strategi yang pertama adalah organik, dan kedua inorganik. Dua-duanya masih berjalan. Termasuk pembangunan BTS dan pembelian menara, fiber optik, atau bisnis lain di dalam ekosistem menara," kata Hendra kepada Investor Daily, Kamis (30/11/2023).
Hendra melanjutkan, akuisisi yang dilakukan Mitratel atas 803 menara ini menggunakan dana yang bersumber dari hasil IPO. Paralel dengan pengambilalihan menara tersebut, maka semua dana segar yang diperoleh Mitratel dari IPO sudah terutilisasi.
Walaupun demikian, menurut Hendra, perseroan akan tetap melakukan akuisisi ke depannya. Sebab bagaimanapun, strategi pertumbuhan bisnis perseroan sampai 2025 tetap ditopang oleh bisnis yang bersifat organik dan inorganik.
Setelah itu, pertumbuhan bisnis selanjutnya akan didukung oleh penyesuaian produk seperti fiber optik, tower as a service, dan lain-lain. "Jadi, masih inline dengan cerita kami waktu IPO," ujar dia.
Direktur Utama Mitratel (MTEL) Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, dari 803 menara yang diakuisisi Mitratel, sebanyak 562 menara atau 70% berada di luar Pulau Jawa. Sedangkan 30% sisanya atau sebanyak 241 menara berlokasi di Pulau Jawa.
Pada laporan kinerja kuartal III-2023, MTEL mencatatkan kepemilikan 37.091 menara, bertambah 5,8% dibanding periode sama tahun lalu sebanyak 35.051 menara. Sementara jumlah kolokasi melonjak 21% menjadi 18.613 dari sebelumnya 15.339 kolokasi (yoy). Mitratel juga berhasil memperpanjang serat optik dari sebelumnya hanya 5.872 Km menjadi 29.042 Km.
Teddy menjelaskan, pembelian 803 menara ini bernilai strategis bukan hanya karena posisinya yang mayoritas berada di luar pulau jawa. Yang tidak kalah penting, ada tambahan 1.327 tenant baru yang menjadi bagian dari menara tersebut. “Selain menguatkan Mitratel sebagai tower provider yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia, akuisisi ini juga meningkatkan tenancy ratio,” ungkap dia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





