Tren Bullish Harga Batu Bara Bakal Berlanjut, Ini Penopangnya
JAKARTA, investor.id – Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, melihat tren saat ini, kemungkinan harga batu bara pekan ini akan berlanjut bullish. Hal itu ditopang oleh sentimen dari China, India dan Indonesia.
Yoga menjelaskan, sentimen tersebut adalah permintaan China yang masih dalam tren menguat karena mulai memasuki musim dingin. Serta, rencana pembentukan sistem cadangan batu bara oleh pemerintah China. Rencana tersebut, menjadi katalis positif bagi harga batu bara karena mengindikasikan permintaan yang kuat dari negara importir batu bara terbesar pertama dunia tersebut.
“Namun, jika dilihat dalam jangka Panjang khususnya setelah rencana tersebut rampung, maka ada potensi menjadi tekanan bagi harga batu bara khususnya batu bara impor karena permintaan yang berpotensi menurun,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, baru-baru ini.
Sedangkan dari India, permintaan menguat karena kenaikan konsumsi listrik di negara tersebut. Ditambah lagi. rencana pemerintah Indonesia mengenakan iuran baru dari pengusaha batu bara mulai 1 Januari 2024 yang berpotensi mendongkrak kenaikan permintaan di akhir tahun.
“Harga batu bara pada pekan ini akan bergerak pada level resistance di kisaran US$ 150 - 155 per ton. Apabila mendapat katalis negatif, berpotensi menemui level support di kisaran harga US$ 147 - 142 per ton,” tambah Yoga.
Menurut Yoga, sepanjang pekan lalu harga batu bara terpantau bergerak menguat sebesar 10,19%. Sedangkan selama Desember, harga batu bara mengalami penguatan sebesar 11,42%. “Namun, jika dilihat secara year to date (ytd), harga batu bara bergerak bearish atau melemah sebesar 61,82%,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






