Jumat, 15 Mei 2026

Pantau HRUM-ARTO-UNTR, Strateginya Begini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
11 Des 2023 | 08:30 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (Ilustrasi: B-Universe Photo)
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (Ilustrasi: B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id - Harga minyak naik lebih dari 2% pada hari Jumat (8/12/2023) setelah data AS mendukung ekspektasi pertumbuhan permintaan. Tetapi kedua patokan turun untuk minggu ketujuh berturut-turut, penurunan mingguan terpanjang dalam setengah dekade terakhir karena masih adanya kekhawatiran kelebihan pasokan.

Data bea cukai China menunjukkan impor minyak mentahnya pada bulan November turun 9% dari tahun sebelumnya karena tingkat persediaan yang tinggi, indikator ekonomi yang lemah, dan melambatnya pesanan dari penyulingan independen melemahkan permintaan.

Namun, kenaikan pada hari Jumat, yang pertama dalam enam sesi, dapat menjadi pertanda bahwa pasar telah menemukan titik terendahnya untuk saat ini setelah turun selama enam sesi berturut-turut, kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, Stocknow.id memproyeksikan Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) pada hari ini (11/12/2023) akan bergerak melemah terbatas dengan menguji level support classic pada 7.085 dan resistance-nya di level 7.232. Adapun saham-saham yang dapat dicermati pada hari ini sebagai swing trade, yaitu HRUM, ARTO, UNTR, dan HOKI.

IHSG diprediksi melemah pada hari ini (11/12/2023) karena beberapa sentimen global dan regional yang terjadi, di antaranya yaitu, dikhawatirkan akan aksi taking profit pada saham-saham yang menjadi top gainers dan notabenenya adalah saham-saham dengan top marketcaps di IHSG. Sehingga, dapat menjadi pemberat pada kinerja IHSG hari ini. Di sisi lain, dengan kenaikan yang sangat signifikan dalam 1 pekan, menjadi risiko yang lebih besar bagi investor untuk kembali masuk ke dalam saham-saham tersebut.

Selanjutnya datang dari Amerika Serikat, data-data yang telah keluar pada minggu lalu tidak menjadi katalis yang signifikan bagi perekonomian AS seperti data tingkat pengangguran serta data lowongan pekerjaan di AS. Sehingga hal ini tentu saja dapat membuat para investor menjadi lebih konservatif dalam melakukan trade.

Rekomendasi

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 35 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia