Jumat, 15 Mei 2026

Asing Lanjut Net Sell, Saham-Saham Ini Terhempas

Penulis : Jauhari Mahardhika
13 Des 2023 | 19:29 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)
Pengunjung melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id – Investor asing terus membukukan transaksi jual bersih (net sell) saham sebesar Rp 819,1 miliar di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/12/2023). Dengan demikian, total net sell sepanjang tahun berjalan ini bertambah menjadi Rp 16,7 triliun.

Hari ini, net sell terbesar di pasar reguler melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 152,3 miliar. Selain itu, asing menghempaskan saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan net sell Rp 121,4 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 101,3 miliar.

Sebaliknya, transaksi beli bersih (net buy) terbanyak oleh investor asing terjadi pada saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Namun, nilainya tidak signifikan. Net buy AMMN Rp 23,5 miliar, CUAN Rp 22,9 miliar, dan TOWR Rp 17,8 miliar.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup terpangkas 49,9 poin (0,7%) ke level 7.075,3. Total nilai transaksi mencapai Rp 10,6 triliun. Sebanyak 220 saham naik, 346 saham terkoreksi, dan 194 saham stagnan.

Mayoritas sektor saham terpuruk. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor teknologi sebesar 2,6%. Diikuti, sektor energi terpangkas 1,04%, sektor barang baku merosot 1,04%, sektor industri anjlok 1%, dan sektor keuangan tergerus 0,97%.

Hanya tiga sektor saham yang menghijau. Ketiganya adalah sektor kesehatan yang naik 0,21%, sektor transportasi meningkat 0,12%, dan sektor barang konsumsi primer terkerek 0,01%.

Saat IHSG hari ini ambrol, dua saham malah melesat hingga membentur batas auto rejection atas (ARA) dan memimpin top gainers. Kedua saham tersebut adalah PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) yang melejit 34,5% menjadi Rp 148 dan PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) melesat 24,5% menjadi Rp 635.

Selain JAWA dan ITMA, ada tiga saham lainnya yang juga masuk top gainers. Ketiganya adalah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) naik 13,9% menjadi Rp 1.225, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melesat 13,7% menjadi Rp 995, dan PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) menguat 12,7% menjadi Rp 266.

Sementara itu, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) merupakan saham yang jatuh paling dalam, dan memimpin top losers. WIKA anjlok 15,9%. Diikuti, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) melemah 15,3%, PT Bank Jago Tbk (ARTO) terperosok 11,1%, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) jatuh 7,1%, dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) turun 6,4%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia