Jumat, 15 Mei 2026

Emas Lanjukan Tren Naik Setelah Rencana Perubahan Kebijakan The Fed

Penulis : Grace El Dora
20 Des 2023 | 21:08 WIB
BAGIKAN
Gambar yang dirilis oleh kantor Kejaksaan Amerika Serikat (AS) pada 22 September 2023 di New York, menunjukkan dua emas batangan yang ditemukan selama penggeledahan oleh agen federal di rumah dan brankas Senator Bob Menendez. Ia didakwa atas tuduhan menerima suap berupa uang tunai, emas batanga, dan mobil mewah untuk serangkaian tindakan korupsi, termasuk meminta Partai Demokrat menggunakan pengaruhnya dalam urusan luar negeri untuk menguntungkan pemerintah otoriter Mesir. (Foto: Kantor Kejaksaan AS via AP)
Gambar yang dirilis oleh kantor Kejaksaan Amerika Serikat (AS) pada 22 September 2023 di New York, menunjukkan dua emas batangan yang ditemukan selama penggeledahan oleh agen federal di rumah dan brankas Senator Bob Menendez. Ia didakwa atas tuduhan menerima suap berupa uang tunai, emas batanga, dan mobil mewah untuk serangkaian tindakan korupsi, termasuk meminta Partai Demokrat menggunakan pengaruhnya dalam urusan luar negeri untuk menguntungkan pemerintah otoriter Mesir. (Foto: Kantor Kejaksaan AS via AP)

JAKARTA, investor.id – Harga emas masih bertahan di atas level kunci US$ 2.000 per ons, tetapi mendekati level terendah US$ 2.000-an. Kondisi ini seiring dengan sinyal kurang dovish dalam kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan rebound tajam dolar dari posisi terendah empat bulan minggu ini.

Ini terlepas dari harga emas yang mengalami koreksi tipis pada Selasa (19/12), dipengaruhi oleh pernyataan beberapa pejabat Federal Reserve (Fed) yang meredam ekspektasi pasar terhadap perubahan kebijakan dovish oleh bank sentral.

Harga emas spot mengalami penurunan 0,1%, mencapai US$ 2.024,67 per ons. Sementara emas berjangka yang akan berakhir Februari turun 0,1% menjadi US$ 2.038,20 per ons pada pukul 12.35 WIB.

ADVERTISEMENT

Analisis dari Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer dalam catatan Rabu (20/12) mengatakan koreksi harga emas terjadi sebagai respons terhadap pernyataan beberapa pejabat Federal Reserve (Fed).

Pernyataan tersebut menegaskan antusiasme pasar terhadap pemangkasan suku bunga tidak berdasar. Sedangkan inflasi yang tinggi dapat membuat kondisi moneter lebih ketat untuk waktu yang lebih lama.

Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menyatakan komentarnya terkait kebingungannya terhadap reaksi pasar terhadap rapat Fed minggu lalu.

Sementara itu, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester menekankan Fed tidak melihat penurunan suku bunga sebagai prioritas utama, melainkan berfokus pada berapa lama kebijakan harus tetap ketat untuk mengembalikan inflasi ke target 2%.

Komentar tersebut nampaknya berbenturan dengan pandangan dovish The Fed selama rapat kebijakan terakhirnya untuk tahun ini. Bank sentral menyatakan mereka telah selesai menaikkan suku bunga dan akan mempertimbangkan pemangkasan pada 2024.

Ekspektasi pasar terhadap pemotongan suku bunga paling cepat pada Maret 2024 menciptakan kecenderungan aliran modal ke aset-aset yang sensitif terhadap suku bunga, seperti emas. Logam mulia telah melonjak tembus level US$ 2.000 per ons setelah rapat The Fed, dan sejak saat itu mempertahankan level tersebut.

Meskipun beberapa pejabat bank sentral AS menekankan ketidakpastian terkait pemangkasan suku bunga, pasar mempertahankan ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga lebih awal. Fed Fund futures menunjukkan kemungkinan hampir 63% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Maret 2024.

Para analis memperkirakan emas dapat mengalami dorongan dari tingkat suku bunga yang lebih rendah.

Suku bunga yang rendah dapat meningkatkan daya tarik emas sebagai investasi, mengingat suku bunga tinggi dapat meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi dalam logam mulia. Perdagangan ini diyakini telah membatasi penguatan besar emas selama setahun terakhir.

Andrew Fischer memprediksikan, untuk harga emas hari ini cenderung melanjutkan tren kenaikan. Ia merujuk pada prediksi sebelumnya yang menunjukkan adanya kenaikan. Namun kali ini, kenaikan diproyeksikan akan berlanjut dengan tingkat yang cukup tinggi.

Fischer memprediksi hal ini berpotensi membuat nilai dolar Amerika (USD) mengalami penurunan dalam jangka panjang dan peluang ini biasanya dimanfaatkan oleh sejumlah investor.

Sejumlah pejabat The Fed menyatakan antusiasme pasar terhadap pemangkasan suku bunga tidak berdasar, sementara inflasi yang tinggi dapat membuat kondisi moneter menjadi lebih ketat untuk waktu yang lebih lama.

Komentar ini memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter AS mungkin tidak akan mengalami perubahan segera, yang dapat berdampak pada nilai dolar.

Dengan demikian, prediksi Fischer memperkuat pandangan positif terhadap harga emas. Kenaikan yang diantisipasi ini diyakini dapat memicu potensi penurunan nilai dolar dalam jangka panjang, yang kemungkinan akan menarik perhatian sejumlah investor yang mencari peluang investasi yang menguntungkan.

Harga emas hari ini mencerminkan ketegangan antara ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga dan komentar lebih konservatif beberapa pejabat Federal Reserve.

Seiring perkembangan kebijakan moneter dan dinamika pasar global, para pelaku pasar akan terus memantau perubahan dalam faktor-faktor yang memengaruhi harga emas.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia