Kamis, 14 Mei 2026

Harga Emas Naik, J Resources (PSAB) Naikkan Produksi Hingga 160%

Penulis : Eva Fitriani
22 Des 2023 | 07:15 WIB
BAGIKAN
 PT J Resources Asia Pasifik Tbk. Foto: Perseroan.
PT J Resources Asia Pasifik Tbk. Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menaikkan produksi emas hingga 160% menjadi 89.337 ons di akhir tahun ini dari 2022 yang sebanyak 55.836 ons (oz). Kenaikan produksi dilakukan emiten tambang emas ini di tengah lonjakan harga logam mulia tersebut di pasaran.

“Dari sisi operasional, terhitung mulai kuartal II tahun 2023 akumulasi produksi tahun 2023 mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun 2022. Sampai akhir tahun produksi emas perseroan berpeluang meningkat lebih dari 160%,” kata Direktur Utama J Resources Asia Pasifik (PSAB) Edi Permadi dalam keterangan resminya, Kamis (21/12/2023).

Edi memaparkan, jumlah produksi emas PSAB sampai dengan September 2023 sebesar 50.151 oz, meningkat 16,5% atau 7.114 oz dibanding September 2022 yakni sebanyak 43.037 oz. Sedangkan jumlah penjualan emas sampai September 2023 tercatat sebanyak 49.198 oz, naik 14,4% dari sebelumnya 42.999 oz.

ADVERTISEMENT

Dengan kinerja operasional yang positif, pendapatan perusahaan di kuartal III-2023 pun meningkat. J Resources membukukan pendapatan sebesar US$ 93 juta, naik 121% dibanding periode September 2022. Sementara laba kotor tercatat US$ 51,2 juta atau naik 60% dibanding periode sama tahun lalu US$ 32 juta.

Laba operasional J Resources sampai dengan September 2023 tercatat sebesar US$ 23,6 juta atau naik US$ 16,1 juta dibanding September 2022, yaitu US$ 7,5 juta. “Peningkatan kinerja operasional kami di kuartal III-2023 tercermin dari membaiknya laba setelah pajak dibandingkan periode Juni 2023.

Selain itu, rata-rata jumlah produksi di kuartal I dan II tahun ini sebanyak 15 ribu oz, sedangkan di kuartal III meningkat menjadi 20 ribu oz. Sesuai dengan perencanaan yang telah kami buat, masih akan terjadi peningkatan produksi di kuartal IV tahun ini.” ungkap Edi Permadi.

Dia pun menambahkan, produksi di Oktober 2023 mencapai lebih dari 15 ribu oz dan dengan tren produksi harian yang cukup stabil. “Sehingga kami optimistis jumlah produksi kami di tahun ini dapat mencapai sampai dengan 100 ribu oz. Selain itu, dengan harga komoditi emas yang cukup tinggi akan memberikan nilai tambah terhadap kinerja tahunan kami tahun ini.” tambah Edi.

Dari sisi cadangan dan sumber daya emas pun mengalami peningkatan. Sejak tahun 2011 Sumber Daya telah meningkat dua kali lipat dan cadangan 6 kali lipat dengan pertumbuhan Replacement Ratio tahunan yang konsisten. Peningkatan Replacement Ratio dan produksi selama ini berasal dari pertumbuhan organik. Sejak 2011 sudah hampir 1,9 juta oz emas dore yang diproduksi.

“Kami terus mempertahankan sumber daya dan cadangan yang cukup besar sehingga akan tetap berproduksi untuk masa lebih dari 15 tahun,” terang Edi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 11 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 28 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 58 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia