Wall Street Mayoritas Menguat, Tiga Indeks Utama Catat Kenaikan Delapan Minggu Beruntun
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street mayoritas menguat pada Jumat (22/12/2023). Setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih dingin. Bahkan, ketiga indeks utama mencatatkan kenaikan mingguan selama delapan minggu beruntun.
Dikutip Reuters, S&P 500 naik 0,17% menjadi 4.754,63. Pada level saat ini, S&P 500 berjarak 0,9% dari rekor penutupannya, dan 1,3% dari rekor intraday. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,19% menjadi 14.992,97. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun tipis 18,38 poin (0,05%) menjadi 37.385,97.
Tiga indeks rata-rata utama mencatatkan minggu positif kedelapan berturut-turut. Ini menjadi yang pertama untuk S&P 500 sejak tahun 2017 dan Dow Jones sejak 2019. S&P 500 menguat sebesar 0,8% untuk minggu ini, sementara Dow Jones bertambah 0,2%. Nasdaq melonjak 1,2% pada periode tersebut.
Komponen Dow Jones, saham Nike turun hampir 12% setelah menurunkan prospek penjualannya, dan mengumumkan rencana untuk memangkas biaya sekitar US$ 2 miliar selama tiga tahun ke depan.
Alat pengukur inflasi favorit The Fed lebih rendah dari perkiraan. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti bulan November hanya naik 0,1% pada bulan lalu, dan naik 3,2% dari tahun lalu, sesuai dengan ekspektasi. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan bulanan sebesar 0,1% dan 3,3% dari tahun sebelumnya.
“Kami percaya bahwa data PCE hari ini, yang menjadi pertimbangan utama The Fed dalam meninjau status inflasi, semakin memperkuat lintasan penurunan inflasi. Kami pikir hal ini merupakan katalis lain yang memicu kegembiraan investor hari ini, bahwa soft landing tampaknya semakin dekat untuk dipastikan,” kata Greg Bassuk, CEO AXS Investments.
Reli pasar baru-baru ini meluas seiring turunnya imbal hasil obligasi dan para pedagang bertaruh pada penurunan suku bunga dari bank sentral. Pada Jumat, Russell 2000 berkapitalisasi kecil naik 0,8%, membukukan minggu positif keenam berturut-turut.
“Ini menggarisbawahi luas dan dalamnya reli liburan ini, yang menurut kami akan menjadi pertanda baik bagi investor memasuki tahun 2024,” kata Bassuk.
Pasar saham AS akan tutup pada Senin (25/12/2023) untuk Natal.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






