Samudera Indonesia (SMDR) Ungkap Fakta Baru
JAKARTA, investor.id - PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana Sukuk Ijarah Berkelanjutan Samudera Indonesia Tahap I Tahun 2023 per 31 Desember 2023.
“Kami sampaikan laporan realisasi penggunaan dana Sukuk Ijarah Berkelanjutan Samudera Indonesia Tahap I Tahun 2023 untuk pertama kali pada tanggal 31 Desember 2023,” jelas direksi SMDR dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (4/1/2024).
Tanggal efektif dari sukuk tersebut adalah 25 Juli 2023 dengan jumlah Rp 550 miliar. Terdapat biaya penawaran umum Rp 6,27 miliar sehingga hasil bersihnya Rp 543,72 miliar.
Rencana penggunaan dana dari sukuk tersebut, yakni untuk pembelian kapal Rp 400,76 miliar, pembayaran utang pada HSBC Rp 96 miliar, dan pembayaran utang pada OCBC Rp 46,96 miliar.
Adapun semua dana sukuk Rp 543,72 miliar sudah direalisasikan sesuai dengan rencana penggunaan dana tersebut sehingga sudah tak ada sisa.
Saham
Sementara itu, saham SMDR dibuka melemah 0,59% ke Rp 338 pada perdagangan 3 Januari 2024 kemarin. Meski demikian, saham ini masih menguat 14,19% dalam periode satu bulan terakhir.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan atas volatilitas transaksi saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). Hal tersebut terungkap dari keterbukaan informasi SMDR dalam menjawab permintaan penjelasan BEI yang dipublikasikan pada 28 Desember 2023.
Saham SMDR sempat menghijau pada 19, 20, dan 21 Desember 2023. Masing-masing naik 2,05%, 8,05%, dan 4,35%.
Salah satu pertanyaan BEI adalah apakah Samudera Indonesia mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.
Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan Samudera Indonesia, Farida Helianti Sastrosatomo menjelaskan, telah terjadi eskalasi konflik di Laut Merah yang berpotensi menyebabkan disrupsi perdagangan, sebagaimana pemberitaan di media dalam kurun waktu terakhir.
“Hal tersebut diperkirakan menyebabkan sentimen positif jangka pendek sehingga harga saham perseroan mengalami kenaikan,” ungkap Farida Helianti dalam keterbukaan informasi.
Dia menambahkan, kenaikan harga saham tersebut juga dialami oleh beberapa emiten pelayaran, seperti PT Temas Tbk (TMAS), PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL).
“Selain informasi tersebut, belum ada fakta material dan/atau informasi yang mempengaruhi nilai efek perusahaan yang harus disampaikan oleh perseroan,” terang Farida.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam
Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level iniHarga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatTag Terpopuler
Terpopuler





