Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Naik, Ditopang Perkiraan Kuatnya Permintaan Global

Penulis : Indah Handayani
19 Jan 2024 | 05:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak dunia
Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak dunia Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak naik pada Kamis (18/1/2024). Hal tersebut ditopang oleh Badan Energi Internasional (IEA) yang sependapat dengan OPEC dalam memperkirakan kuatnya pertumbuhan permintaan minyak global pada 2024. Ditambah lagi, cuaca musim dingin mengganggu produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) dan laporan persediaan minyak mentah mingguan yang turun dalam.

Dikutip dari Reuters, pedagang minyak juga mengkhawatirkan risiko geopolitik di Timur Tengah. Pakistan melakukan serangan di wilayah Iran, menargetkan militan separatis Baluchi, kata kementerian luar negeri negara itu, dua hari setelah serangan Iran di wilayah Pakistan.

Minyak mentah berjangka Brent naik US$ 1,22 (1,6%) menjadi US$ 79,10 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$ 1,52 (2%) menjadi US$ 74,08.

ADVERTISEMENT

Badan Informasi Energi AS melaporkan penurunan persediaan minyak mentah yang lebih besar dari perkiraan sebesar 2,5 juta barel dalam pekan yang berakhir 12 Januari.

“Ketakutan akan penumpukan total persediaan dalam jumlah besar belum terwujud, sehingga sedikit mendukung harga,” kata Giovanni Staunovo, analis di UBS.

Laporan bulanan IEA memperkirakan permintaan minyak akan tumbuh sebesar 1,24 juta barel per hari (bph) pada 2024, naik 180 ribu barel per hari dari proyeksi sebelumnya.

Pada Rabu (17/1/2024), Organisasi Negara-negara Penghasil Minyak (OPEC) memperkirakan pertumbuhan permintaan sebesar 2,25 juta barel per hari tahun ini, tidak berubah dari perkiraan pada Desember. Kelompok produsen tersebut juga mengatakan permintaan minyak diperkirakan akan meningkat sebesar 1,85 juta barel per hari pada 2025 menjadi 106,21 juta barel per hari.

Direktur eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan, kepada Reuters Global Markets Forum bahwa dia memperkirakan pasar minyak akan ‘nyaman dan seimbang’ pada tahun ini. Meskipun di saat yang sama ada ketegangan di Timur Tengah, meningkatnya pasokan dan melambatnya pertumbuhan permintaan.

Di AS, sekitar 40% produksi minyak di Dakota Utara tetap ditutup karena cuaca dingin ekstrem dan tantangan operasional, kata otoritas saluran pipa negara penghasil minyak utama tersebut pada Rabu (17/1/2024).

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia