Harga Batu Bara Kembali Jatuh, Dihujani Sentimen Negatif
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara kembali jatuh pada Kamis (18/1/2024). Hal tersebut karena dihujani sentimen negatif, mulai dari data China yang melaporkan produksi mencapai rekor tertinggi pada 2023 hingga Indonesia yang mencatatkan rekor produksi tertinggi baru pada tahun lalu.
Pada Kamis (18/1/2024), harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Januari 2024 turun US$ 0,6 menjadi US$ 128,9 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Februari 2024 jatuh US$ 0,35 menjadi US$ 125,75 per ton. Sementara itu, kontrak berjangka Maret 2024 terkoreksi US$ 1 menjadi US$ 122,7 per ton.
Sementara itu, hingga berita ini dinaikan, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak berjangka Januari 2024 turun US$ 0,05 menjadi US$ 107,05. Sementara itu, kontrak berjangka Februari 2024 berkurang US$ 1,3 menjadi US$ 99,4. Serta, kontrak berjangka Maret 2024 melemah US$ 1,5 menjadi US$ 95,75.
Produksi batu bara China mencapai rekor tertinggi pada tahun 2023, menurut data dari biro statistik pada Rabu (17/1/2024). Di tengah fokus yang berkelanjutan pada keamanan energi dan peningkatan permintaan setelah pelonggaran pembatasan terkait pandemi.
Produsen batu bara terbesar di dunia ini menambang 4,66 miliar metrik ton bahan bakar tahun lalu, naik 2,9% dari tahun sebelumnya, menurut Biro Statistik Nasional. Sedangkan sepanjang Desember, produksi mencapai 414,31 juta ton, hampir sama dengan produksi November sebesar 414 juta ton dan naik 1,9% dari tingkat tahun sebelumnya.
Para analis memperkirakan produksi batu bara akan mengalami sedikit peningkatan lagi pada 2024. Laju pertumbuhan telah melambat selama setahun terakhir, menyusul masalah keamanan energi untuk mendorong peningkatan produksi mulai 2021.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, realisasi produksi batu bara Indonesia mencapai 775 juta ton pada 2023. Angkanya naik 12,8% dibanding 2022 (year on year/yoy), sekaligus menjadi rekor produksi tertinggi baru. Adapun Kementerian ESDM mematok target produksi batu bara 2024 sebanyak 710 juta ton, dengan alokasi untuk kebutuhan domestik 181,28 juta ton.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






