Harga Minyak Meredup Dihantam Sinyal Lesu Ekonomi China
JAKARTA, investor.id – Harga minyak meredup pada Senin pagi (22/1/2024). Dibayangi sinyal ekonomi China yang lesu dan ancaman Badai Isha yang berpotensi mengganggu aktifitas perjalanan. Meski demikian, penutupan terminal ekspor Ustu dan situasi di Laut Merah memberikan dukungan pada harga minyak.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, Bank sentral China PBoC pada Senin mengumumkan keputusan yang mengejutkan pasar dengan mempertahankan acuan suku bunga pinjaman tidak berubah, meskipun data terbaru mengindikasikan pemulihan ekonomi China yang tidak merata dan tekanan deflasi yang mendorong kenaikan biaya pinjaman riil.
Baca Juga:
Empat Investor Jepang Bidik Bandara RISuku bunga dasar pinjaman (LPR) satu tahun dipertahankan pada 3,45%, dan LPR lima tahun tidak berubah pada 4,20%. Sementara mata uang Yuan tercatat telah turun sekitar 1,3% sepanjang tahun ini, mencapai level terlemahnya dalam dua bulan. “Situasi di negara ekonomi terbesar kedua dunia itu memicu kekhawatiran akan membuat pertumbuhan ekonomi dunia ikut melambat,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (22/1/2024).
Tim Research and Development ICDX menambahkan, Sentimen negatif lainnya datang dari Badai Isha yang membawa angin kencang, hujan, dan risiko tornado dari seberang Atlantik telah memaksa maskapai penerbangan membatalkan 102 penerbangan masuk dan keluar bandara Dublin pada hari Minggu. Selain itu, bandara Schiphol Amsterdam juga membatalkan 130 penerbangan yang dijadwalkan pada hari Senin sebagai tindakan pencegahan karena angin kencang diperkirakan terjadi ketika Badai Isha mencapai Belanda, kata pihak bandara pada hari Minggu.
Meskipun banyak orang memperkirakan angin kencang akibat Badai Isha akan berakhir sekitar pukul 6 pagi pada hari Senin, namun Kantor Meteorologi Inggris tetap memberlakukan peringatan cuaca kuning di sebagian besar wilayahnya hingga Rabu (24 Januari). “Badai Isha yang mengganggu aktifitas perjalanan tersebut memicu kekhawatiran akan turut menurunkan permintaan akan bahan bakar,” jelas Tim Research and Development ICDX.
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menyebut, perusahaan energi Rusia Novatex pada hari Minggu mengumumkan bahwa pihaknya terpaksa menyetujui untuk menutup beberapa operasi ekspor di terminal minyak Ustu pasca mendapat serangan drone dari Ukraina. Novatex sendiri memperoses sekitar 3,4 juta ton kondensat gas di lokasi tersebut pada paruh pertama tahun 2023, menurut data terbaru yang tersedia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






