Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Naik Tipis Terpengaruh Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS

Penulis : Indah Handayani
26 Jan 2024 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan
Ilustrasi emas batangan

NEW YORK, investor.id – Harga emas naik tipis pada Kamis (25/1/2024). Hal itu karena terpengaruh penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) setelah rilis data PDB yang menunjukan laju inflasi melambat. Kini, fokus beralih ke data inflasi untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai strategi pemangkasan suku bunga The Fed.

Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 2.015,56 per ons pada pukul 18.49 GMT. Sedangkan emas berjangka AS menguat 0,1% menjadi US$ 2.017,8.

Imbal hasil obligasi AS 10 tahun yang menjadi acuan turun setelah data PDB dirilis.

ADVERTISEMENT

Perekonomian AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal keempat di tengah kuatnya belanja konsumen, dengan pertumbuhan setahun penuh sebesar 2,5%. Laporan tersebut juga menunjukkan tekanan inflasi pada kuartal keempat mereda.

“Perekonomian berjalan jauh lebih panas dari yang diharapkan, namun pada saat yang sama, kita menghadapi situasi di mana inflasi sedang turun, oleh karena itu kita tidak harus bersiap menghadapi lonjakan besar dalam suku bunga,” ungkap Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities seraya menambahkan bahwa hal itu mendukung penguatan emas.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan.

Pasar secara luas mengharapkan The Fed untuk mempertahankan suku bunga stabil dalam pertemuan kebijakannya pada 30-31 Januari mendatang, serta memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 89% pada Mei, menurut CME FedWatch Tool. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia