Jumat, 15 Mei 2026

Lo Kheng Hong Sebut Emiten Ini Wonderful Company, Kolektor Sahamnya sampai Anthoni Salim

Penulis : Thresa Sandra Desfika
17 Feb 2024 | 18:00 WIB
BAGIKAN
BCA (BBCA). Sumber: Perseroan
BCA (BBCA). Sumber: Perseroan

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)/BCA naik 1,02% ke Rp 9.950 pada perdagangan 16 Februari 2024 kemarin. Sebanyak 142,28 juta saham ditransaksikan, frekuensi 15.116 kali, dan nilai transaksi Rp 1,42 triliun.

Saham BCA pada perdagangan 16 Februari juga sempat menyentuh Rp 10.000 yang merupakan level tertingginya (BCA sendiri telah melakukan beberapa kali stock split). Dalam tiga bulan terakhir saham ini melejit 9,64%.

Bank swasta terbesar ini berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 48,6 triliun sepanjang 2023, tumbuh 19,4% secara tahunan (year on year/yoy).

ADVERTISEMENT

Dalam Seminar Utama: Investor sebagai Pemenang di Tahun Politik, Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2023 pada Oktober 2023 silam, Lo Kheng Hong sempat mengutarakan pandangannya mengenai BCA (BBCA).

Lo Kheng Hong menilai, BCA adalah wonderful company lantaran dalam 23 tahun sahamnya terus melambung.

“Karena saham BCA itu wonderful company, bukan rekomendasi membeli atau menjual. Company itu dalam 23 tahun sudah memberikan capital gain kepada masyarakat 26.000%,” papar Lo Kheng Hong dikutip dari Youtube Indonesia Stock Exchange, Sabtu (17/2/2024).

Sebagai informasi, saham BBCA mulai dicatatkan pada 31 Mei 2000. Perseroan menggelar initial public offering (IPO) di Rp 1.400/saham. Saat itu, kapitalisasi pasarnya sekitar Rp 4,12 triliun. Namun per penutupan 27 Oktober 2023, market cap BCA sudah Rp 1.072 triliun. Artinya, sejak IPO tahun 2000 sampai penutupan 27 Oktober 2023, market cap BCA terbang 25.919%.

Adapun per penutupan 16 Februari 2024 kemarin, market cap BCA sudah ada di angka Rp 1.226,58 triliun. Artinya, melambung sekitar 29.671% dari IPO.

Anthoni Salim

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 53 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 57 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia