Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Melonjak, Ditopang Komentar Powell dan Keputusan Aramco

Penulis : Indah Handayani
7 Mar 2024 | 11:52 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pertambangan minyak. (Image by atlascompany on Freepik)
Ilustrasi pertambangan minyak. (Image by atlascompany on Freepik)

JAKARTA, investor.id - Harga minyak bergerak bullish pada Kamis pagi (7/3/2024). Hal itu ditopang oleh beberapa sentimen positif diantaranya potensi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada akhir tahun, laporan stok EIA, dan rilisnya harga jual resmi minyak Aramco untuk April.

Tim Research and Development ICDX mengatakan, Ketua The Fed Jerome Powell pada Rabu mengatakan, kemungkinan bank sentral akan menurunkan suku bunga acuannya pada akhir tahun ini, melihat dari perekonomian AS yang sudah bebas dari risiko resesi, dengan tingkat pengangguran yang rendah sebesar 3,7% dan pertumbuhan yang luas kemungkinan akan terus berlanjut.

Meski demikian, Powell juga menekankan bahwa para pengambil kebijakan masih membutuhkan ‘kepercayaan yang lebih besar’ untuk melihat bahwa penurunan inflasi akan terus berlanjut. “Pemangkasan suku bunga AS menjadi penanda positif bagi perekonomian, termasuk juga permintaan minyak,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Kamis (7/3/2024).

ADVERTISEMENT

Masih dari AS, Tim Research and Development ICDX mengatakan, dalam laporan yang dirilis Rabu malam, badan statistik Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah dalam sepekan naik sebesar 1,37 juta barel, lebih rendah dari kenaikan yang diperkirakan sebelumnya sebesar 2,12 juta barel.

Untuk stok bensin dilaporkan turun sebesar 4,46 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1,64 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan bahwa permintaan pasar jauh lebih kuat dari yang diperkirakan.

Turut mendukung pergerakan harga minyak, Tim Research and Development ICDX mengatakan, perusahaan minyak milik negara Arab Saudi, Saudi Aramco, pada hari Rabu mengumumkan harga jual resmi (OSP) minyak mentah jenis Arab Light untuk pengiriman bulan April ke Asia yang dinaikkan menjadi $1,70 per barel dari sebelumnya sebesar US$ 1,5 per barel di bulan Maret.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia