Ramalan Saham Charoen (CPIN) dan Japfa (JPFA): Badai Mereda
JAKARTA, investor.id – Harga saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sempat mengalami penurunan sekitar 20% sejak awal Oktober 2023 hingga awal Februari 2024.
Penurunan harga saham dua emiten di industri perunggasan (poultry) tersebut seiring pelemahan harga ayam broiler dan day old chicks (DOC), serta kenaikan harga jagung yang signifikan pada akhir 2023 hingga awal 2024.
Namun, harga broiler dan DOC telah pulih dan bertahan di level yang relatif tinggi. “Sementara itu, harga jagung mulai menunjukkan penurunan, yang mana kami perkirakan akan berlanjut sehingga dapat menjadi katalis positif bagi CPIN dan JPFA,” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Reynaldo Mulya dalam risetnya.
Setelah harga broiler dan DOC turun signifikan pada kuartal IV-2023 (broiler -13% qoq, DOC -46% qoq), harga keduanya telah rebound masing-masing ke level di atas Rp 20.402/kg dan Rp 5.216/ekor per Februari 2024 berkat menguatnya permintaan. Per 6 Maret 2024, harga broiler bahkan berada di level Rp 26.000/kg.
Selain itu, Stockbit Sekuritas juga mengekspektasikan program culling akan kembali dilaksanakan ketika permintaan ternormalisasi setelah musim lebaran. Dengan begitu, harga broiler dan DOC diprediksi bisa stabil masing-masing di level Rp 20.000/kg dan Rp 5.000/ekor.
Baca Juga:
Saham Astra (ASII) Kasih Diskon, Mau?Dari sisi bahan baku, setelah kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir, harga jagung mulai turun. Per 5 Maret 2024, harga rata-rata jagung terpangkas 23% ke level Rp 5.635/kg dari titik tertingginya di Rp 7.360/kg pada 30 Januari 2024. Normalisasi harga jagung diperkirakan berlanjut seiring musim panen pada Februari-Maret 2024, intervensi pemerintah melalui impor, dan berakhirnya El Nino.
Meski demikian, secara tahunan, harga rata-rata jagung pada 2024 diprediksi masih akan lebih tinggi dibandingkan 2023 karena tingginya harga pada awal tahun 2024 dari efek El Nino. “Hal ini akan berimbas pada penurunan tipis margin segmen usaha feed,” jelas Reynaldo.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






