Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Rontok Pasca Data Inflasi AS Memanas

Penulis : Indah Handayani
15 Mar 2024 | 05:15 WIB
BAGIKAN
Trader di lantai NYSE, AS pada 4 Agustus 2022. (FOTO: NYSE)
Trader di lantai NYSE, AS pada 4 Agustus 2022. (FOTO: NYSE)

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street rontok pada Kamis (14/3/2024), bahkan Dow Jones mengakhiri reli penguatan tiga hari beruntun. Setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih panas dari yang diharapkan membuat imbal hasil obligasi naik, sementara saham Nvidia berada di bawah tekanan.

Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones jatuh 137,66 poin, atau 0,35% ditutup pada 38.905,66. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,3% menjadi 16.128,53. Sementara itu, S&P 500 tergelincir 0,29% untuk mengakhiri sesi pada 5.150,48.

Indeks harga produsen (PPI) Februari, sebuah ukuran inflasi grosir, naik 0,6%. Tanpa memperhitungkan harga makanan dan energi, PPI inti naik 0,3% pada Februari. Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan sebesar 0,3% untuk PPI utama dan kenaikan 0,2% untuk pembacaan inti.

ADVERTISEMENT

Saham awalnya tahan terhadap laporan tersebut, tetapi kehilangan momentum tidak lama setelah pembukaan.

"Pertanyaannya sekarang adalah, apakah traders akan mempertimbangkan kembali seberapa cepat The Fed akan memangkas suku bunga, dan apakah itu akan memperlambat reli pasar saham dengan cara yang signifikan?" kata Chris Larkin, direktur manajemen perdagangan dan investasi di E-Trade dari Morgan Stanley.

Laporan inflasi yang panas membuat imbal hasil obligasi AS naik, dengan obligasi 10-tahun bertambah sekitar 10 basis poin menjadi 4,29%. Saham Nvidia terpangkas lebih dari 3%.

"Saya pikir satu pertanyaan adalah, apakah imbal hasil akan terus naik, dan jika iya, apakah kita akan terjadi penurunan lebih lanjut di pasar? Saya pikir jawabannya adalah ya untuk keduanya," kata Thierry Wizman, strategist global FX dan rates di Macquarie.

Laporan PPI merupakan salah satu data ekonomi terakhir yang dirilis sebelum pertemuan kebijakan The Fed yang dijadwalkan pada 19-20 Maret.

Investor membeli saham teknologi besar seperti Apple dan Microsoft pada Kamis. Platform perdagangan Robinhood naik 5% setelah perusahaan melaporkan peningkatan 16% dalam aset pada Februari dibandingkan bulan sebelumnya.   

Perusahaan startup mobil listrik Fisker yang bermasalah turun hampir 52% setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa perusahaan tersebut telah menyewa penasihat restrukturisasi untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi pengajuan kebangkrutan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia